Momentum Hari Sumpah Pemuda menambah bobot kebangsaan pada langkah tersebut. Listyo mengaitkan masukan peserta unjuk rasa dengan upaya bersama menjaga dan merawat bangsa.
Pesan ini memberi ruang bagi perbedaan pandangan untuk tetap berada dalam semangat persatuan dan tanggung jawab terhadap masa depan Indonesia.
Persatuan akan semakin kokoh ketika masyarakat merasa memiliki tempat untuk menyampaikan ketidaksetujuan. Kritik terhadap pelaksanaan kebijakan dapat menjadi bentuk kepedulian terhadap arah pembangunan.
Pemerintah yang mampu mengelola kritik memperoleh kesempatan memperbaiki pelayanan sekaligus memperluas dukungan berdasarkan hasil kerja yang dirasakan warga.
Untuk memperkuat langkah awalnya, KSP perlu membangun tindak lanjut yang dapat ditelusuri. Pencatatan pokok aspirasi, penetapan pihak yang menangani, serta pemberian informasi perkembangan akan membantu mengubah pertemuan menjadi proses penyelesaian.
Langkah ini juga memberi pegangan bagi KSP untuk mengetahui persoalan yang sudah bergerak dan hambatan yang masih membutuhkan perhatian pimpinan.
Listyo telah mengambil langkah yang tepat dengan membuka jalur komunikasi. Kini, kesempatan itu perlu digunakan untuk menghadirkan pemerintah yang lebih dekat dengan persoalan rakyat, lebih cepat mengenali hambatan, dan lebih jelas memberikan jawaban.
Kewibawaan pemerintah akan menguat ketika rakyat melihat bahwa suaranya mempunyai akibat dalam pengambilan keputusan.
Di tangan Listyo, KSP berpeluang memperlihatkan bahwa pintu yang dibuka bagi aspirasi juga menjadi jalan menuju penyelesaian.











