Korban Disekap 3 Tahun: Dedi Mulyadi Pasang Hadiah Rp250 Juta, Pelaku Masih Buron

banner 468x60

BANDUNG, RadarJakarta.id – Kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial YTR (29) di Kabupaten Bandung yang diduga dilakukan oleh kekasihnya sendiri selama hampir tiga tahun terus menyita perhatian publik. Setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, kondisi korban dilaporkan mulai menunjukkan perkembangan positif dan kini sudah dapat berkomunikasi dengan keluarga maupun tim medis.

Meski demikian, kondisi fisik korban masih memprihatinkan. YTR mengalami sejumlah luka berat di bagian wajah, kepala, tangan, dan kaki. Korban juga mengalami kebutaan permanen akibat infeksi serius pada mata yang diduga terjadi selama masa penyekapan dan kekerasan yang berlangsung bertahun-tahun.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kasus ini terungkap setelah keluarga menerima pesan singkat misterius yang memunculkan kecurigaan. Selama tiga tahun terakhir, keluarga mengaku kehilangan kontak dengan korban dan hanya sesekali menerima komunikasi yang dinilai tidak wajar. Kecurigaan semakin menguat ketika korban meminta unggahan pencarian dirinya di media sosial untuk dihapus. Dari situlah keluarga mulai menelusuri keberadaan YTR hingga akhirnya fakta dugaan penyekapan terungkap.

Berdasarkan laporan keluarga kepada Polda Jawa Barat, korban diduga mengalami penganiayaan berulang dan penyekapan sejak 2023. Polisi kini masih memburu pria berinisial TH atau Taufik Hidayat yang diduga menjadi pelaku utama. Selain dugaan penganiayaan berat, penyidik juga mendalami kemungkinan tindak pidana lain, termasuk penyekapan dan penguasaan harta milik korban.

Perburuan terhadap pelaku mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Geram melihat kondisi korban, Dedi bahkan mengumumkan hadiah sebesar Rp250 juta bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi akurat hingga membantu aparat menemukan dan menangkap Taufik Hidayat. Langkah tersebut mendapat respons luas dari masyarakat dan menjadi sorotan nasional.

Kasus yang disebut sebagai salah satu tindak kekerasan terhadap perempuan paling brutal dalam beberapa tahun terakhir ini memicu gelombang simpati publik. Berbagai kalangan mendesak aparat bergerak cepat menangkap pelaku dan memastikan korban memperoleh perlindungan serta pemulihan maksimal. Sementara itu, keluarga berharap pelaku segera ditangkap agar korban mendapatkan keadilan atas penderitaan yang dialaminya selama tiga tahun terakhir.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.