Kelurahan Makasar Sosialisasikan Pemilahan Sampah, Dorong Warga Olah Sampah Bernilai Ekonomi

banner 468x60

JAKARTA TIMUR, Radarjakarta.id – Kelurahan Makasar bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur menggelar sosialisasi Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Percepatan 100 Persen Pemilahan Sampah di DKI Jakarta. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 14 Oktober 2026, di Aula Lantai III Kantor Kelurahan Makasar, Jakarta Timur. Sosialisasi ini bertujuan mendorong warga memilah sampah sejak dari rumah tangga.

Camat Makasar Dimas Prayudi membuka kegiatan yang diikuti pengurus RT, RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), dan Dasawisma. Ia menegaskan, keberhasilan program pemilahan sampah membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, terutama pengurus lingkungan yang berinteraksi langsung dengan warga setiap hari.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Yang kita minta adalah kerja sama RT dan RW untuk mengajak warganya melakukan pemilahan sampah. Semangatnya harus sama, tetapi pelaksanaannya tidak harus seragam,” ujar Dimas. Menurutnya, setiap wilayah dapat menerapkan cara yang sesuai dengan kondisi dan kearifan lokal agar kebiasaan memilah sampah berjalan konsisten.

Dimas menjelaskan, sampah perlu dipisahkan menjadi empat kategori, yakni organik, anorganik yang dapat didaur ulang, residu, serta bahan berbahaya dan beracun (B3). Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik bernilai ekonomi bisa disalurkan melalui bank sampah. Adapun sampah residu dan B3 harus ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemilahan sampah dari sumbernya juga menjadi langkah penting untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang. Setelah kebiasaan tersebut terbentuk, warga dapat mengembangkan berbagai inovasi, mulai dari bank sampah, pembuatan kompos, budidaya maggot, hingga ecobrick. Dengan demikian, sampah tidak hanya menjadi masalah lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Hadir sebagai narasumber, Imam Basori, Ketua RT Inovasi Bang Jali RT 011/RW 07, Kelurahan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ia berbagi pengalaman mengenai pengembangan program gotong royong yang memadukan sistem keamanan lingkungan berbasis teknologi dengan pengelolaan sampah secara mandiri. Praktik baik tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah Makasar untuk mengembangkan inovasi sesuai kebutuhan setempat.

Melalui sosialisasi ini, Kelurahan Makasar bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur mendorong RT, RW, LMK, dan Dasawisma agar aktif mengedukasi warga. Penerapan dapat dimulai dari satu atau beberapa RT sebagai percontohan, kemudian diperluas secara bertahap. Upaya ini diharapkan mempercepat pemilahan sampah di DKI Jakarta sekaligus mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.