JAKARTA BARAT, Radarjakarta.id — Di balik hiruk-pikuk lalu lintas Jakarta Barat, tersimpan kisah sederhana yang sarat makna. Sejumlah juru parkir (jukir) di kawasan Kalideres secara konsisten menjalankan aksi sosial bertajuk Jumat Berkah, sebuah gerakan berbagi yang telah mereka lakukan setiap pekan selama tiga tahun terakhir.
Tanpa sponsor besar, tanpa sorotan berlebihan, dan hanya bermodalkan keikhlasan, para juru parkir ini menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membeli nasi bungkus yang kemudian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Setiap Jumat, mereka menyusuri sejumlah titik di wilayah Jakarta Barat untuk membagikan makanan kepada tuna wisma, petugas kebersihan, pengemudi ojek, hingga warga yang mereka temui di jalan. Sebungkus nasi yang mungkin terlihat sederhana, menjadi simbol kepedulian sekaligus pengingat bahwa masih banyak tangan yang rela berbagi di tengah kerasnya kehidupan ibu kota.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Banyak warga mengaku terharu sekaligus terinspirasi melihat semangat gotong royong yang lahir dari komunitas kecil namun mampu menghadirkan dampak nyata bagi lingkungan sekitar.
“Sangat positif dan patut diapresiasi. Mereka membuktikan bahwa kepedulian sosial tidak harus dimulai dari orang yang berkecukupan. Dari komunitas kecil pun, manfaatnya bisa dirasakan banyak orang,” ujar Nowo, salah seorang warga.
Salah satu juru parkir yang aktif dalam kegiatan tersebut, Abdullah, mengatakan seluruh biaya program berasal dari iuran sukarela para juru parkir. Dana yang terkumpul digunakan untuk membeli makanan siap saji sebelum dibagikan kepada masyarakat.
“Program berbagi ini sudah rutin kami jalankan setiap hari Jumat selama tiga tahun. Dengan berbagi, kami belajar lebih banyak bersyukur atas rezeki yang kami terima,” kata Abdullah.
Semangat berbagi yang mereka tunjukkan menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tidak selalu membutuhkan dana besar maupun dukungan pihak tertentu. Aksi kemanusiaan justru dapat tumbuh dari rasa kebersamaan, gotong royong, dan keikhlasan untuk membantu sesama.
Program Jumat Berkah yang dijalankan para juru parkir binaan Satuan Pelaksana Unit Pengelola Perparkiran Jakarta Barat juga menjadi contoh bahwa sebuah profesi bukan hanya dinilai dari tugas yang dijalankan, tetapi dari manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat.
Di tengah ritme kehidupan perkotaan yang serba cepat, langkah kecil para juru parkir ini menghadirkan pesan besar: kepedulian tidak mengenal status, profesi, maupun latar belakang. Sebungkus makanan yang dibagikan dengan tulus mampu menghadirkan harapan, mempererat solidaritas, dan mengingatkan bahwa kemanusiaan selalu memiliki tempat di setiap sudut kota.***











