Paska Banjir Lama, Bulak Barat ke Pasir Putih Bisa Dilintasi Kendaraan 

banner 468x60

DEPOK, Radarjakarta.id – Jalan Bulak Barat Kelurahan Cipayung ke Pasir Putih Kecamatan Sawangan Kota Depok yang sebelumnya banjir selama empat tahun mulai surut dan sudah bisa dilintasi kendaraan bermotor.

Berdasarkan pantauan pada Selasa (18/8/2026) warga mulai melintasi jalan Bulak Barat, Cipayung dan Pasir Putih Kecamatan Sawangan menggunakan kendaraan roda dua.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Namun masih terlihat genangan air semata kaki dari luapan Kali Pesangarahan.

Di lokasi juga terlihat dua alat berat untuk mengeruk tanah di Kali Pesanggrahan sebagai bagian dari upaya normalisasi sungai.

Salah satu warga Wahyudin mengatakan paska dilakukan normalisasi Kali Pesangrahan oleh Pemkot Depok debit air di Bulak Barat surut dan jalanan bisa dilintasi kendaraan roda dua.

“Kalau kami lihat baru kendaraan motor yang bisa melintasi jalan Bulak Barat ke arah Pasir Putih atau sebaliknya,”katanya.

Warga berharap banjir di Bulak Barat diselesaikan sehingga warga bisa melintasi jalan tersebut.

Ketua RT 04 RW 08 Bulak Barat, Kelurahan Cipayung Effendi, menuturkan, banjir di wilayah tersebut mulai terjadi sekitar 2022.

Effndi mengatakan, genangan di wilayah tersebut mulai surut dan jalan sudah bisa dilintasi kendaraan bermotor.

Menurut dia, kondisi itu dipengaruhi musim kemarau serta upaya normalisasi sungai yang dilakukan Pemerintah Kota Depok.

Menurut Effendi, Pemkot Depok kini melakukan pengerukan kali untuk mengantisipasi banjir kembali terjadi.

Pengerukan dilakukan di sejumlah titik menggunakan beberapa alat berat.

Kondisi tersebut membuat warga Kampung Bulak Barat mulai dapat beraktivitas lebih leluasa.

“Warga dari Kelurahan Cipayung dan Kelurahan Pasir Putih ikut membersihkan sampah yang berada di sekitar aliran air,”katanya.

Ia menjelaskan, Pemkot Depok selama beberapa pekan terakhir terus melakukan normalisasi di kawasan sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.

“Sekarang kan lagi diperbaikin nih sama PUPR nih. Alhamdulillah-nya ya mungkin ke depannya bisa dilalui masyarakat lah antara dua kelurahan Cipayung sama Kelurahan Pasir Putih,” ujarnya.

Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar persoalan banjir yang pernah terjadi tidak kembali terulang ketika musim kemarau telah selesai.

Effendi mengapresiasi langkah pemerintah yang melakukan pengerukan kali di wilayah tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro mengatakan, normalisasi Kali Pesangrahan masih dilaksanakan.

Normalisasi dilakukan sebagai upaya mengatasi banjir yang kerap terjadi di Bulak Barat-Pasir Putih yang menjadi perhatian serius Pemkot Depok.

Pada tahap awal, penanganan difokuskan pada normalisasi sungai sepanjang kurang lebih 400 meter, disertai pembentukan kembali trase sungai agar lebih lurus dan memiliki penampung yang lebih optimal.

Dia menjelaskan, saat ini lebar Kali Pesanggrahan bervariasi antara 4,5 hingga 12,5 meter.

Melalui pekerjaan normalisasi, lebar sungai akan ditata menjadi sekitar 10 meter agar kapasitas aliran air meningkat.

Pekerjaan normalisasi ini didukung oleh lima unit excavator long arm PC200.

Selain pembentukan trase sungai, elevasi dasar sungai juga akan disesuaikan agar aliran air lebih lancar.

“Dengan begitu, debit air yang dapat mengalir semakin besar dan diharapkan mampu mengurangi genangan di area jalan maupun jembatan yang selama ini terdampak,” jelasnya.

Yodi menambahkan, penanganan akan dilanjutkan hingga ke titik jembatan yang terdampak sehingga fungsi Kali Pesanggrahan dapat kembali optimal.|Aji*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.