JAKARTA BARAT, Radarjakarta.id — Upaya menjaga Jakarta tetap bersih dan mengantisipasi ancaman genangan kembali digerakkan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat. Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah bersama unsur TNI, Polri, jajaran pemerintah daerah dan masyarakat turun langsung melakukan kerja bakti massal serta penyusuran bantaran Kali Banjir Kanal Barat (BKB), Sabtu (15/8/2026).
Aksi yang dipusatkan di kawasan bantaran BKB, RT 14/RW 01, Kelurahan Grogol, Kecamatan Grogol Petamburan, itu bukan sekadar kegiatan bersih-bersih. Pemerintah ingin memastikan kawasan aliran sungai tetap terjaga dari timbunan sampah dan sedimentasi yang berpotensi menghambat aliran air serta meningkatkan risiko genangan. Kegiatan tersebut juga menjadi tindak lanjut koordinasi Pemkot Jakarta Barat dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat kebersihan lingkungan.
Sekitar 360 personel gabungan dikerahkan. Mereka berasal dari unsur TNI dan Polri, organisasi perangkat daerah (OPD), UPK Badan Air, Suku Dinas Lingkungan Hidup, Suku Dinas Sumber Daya Air, Suku Dinas Bina Marga, Satpol PP, BPBD, jajaran kecamatan dan kelurahan, hingga masyarakat. Sebelum menyisir bantaran sungai, seluruh personel mengikuti apel gabungan sebagai titik awal gerakan kolaboratif tersebut.
Iin Mutmainnah bersama Dandim 0503/Jakarta Barat Letkol Inf Saputra Hakki kemudian meninjau langsung proses pembersihan. Dari penyusuran lapangan, petugas menemukan sampah dan endapan sedimen yang harus segera diangkat. Pembersihan dilakukan secara gotong royong oleh petugas gabungan, Petugas Pelangi dan masyarakat, dengan dukungan alat berat berupa ekskavator.
“Kita melihat langsung kondisi sampah dan pengendapan sedimen yang kemudian dibersihkan secara bergotong royong,” ujar Iin.
Menurut Iin, sungai bukan hanya bagian dari sistem pengendalian air perkotaan, tetapi juga memiliki fungsi penting bagi kehidupan dan ekosistem. Karena itu, menjaga sungai tidak boleh dilakukan secara sporadis, melainkan harus menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan pemerintah dan masyarakat.
Pesan penting yang ditekankan Iin adalah perubahan perilaku. Pemerintah dan petugas kebersihan tidak mungkin bekerja sendiri apabila kebiasaan membuang sampah ke sungai masih terjadi. Karena itu, masyarakat diharapkan ikut menjadi bagian dari solusi dengan menjaga lingkungan dari sumbernya.
“Kebersihan lingkungan dan sungai tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau petugas kebersihan semata. Kebersihan harus menjadi budaya bersama yang konsisten,” tegas Iin.
Keterlibatan TNI dan Polri menjadi bagian penting dalam memperkuat gerakan tersebut. Dandim 0503/Jakarta Barat Letkol Inf Saputra Hakki menegaskan kesiapan TNI untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, kepolisian dan masyarakat dalam kegiatan yang menyentuh kepentingan publik.
“TNI Angkatan Darat, khususnya Kodim 0503/Jakarta Barat, siap selalu bersinergi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat,” kata Hakki.
Hakki berharap aksi bersih sungai tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, kegiatan tersebut harus mampu membangun kesadaran kolektif agar masyarakat ikut merawat aliran sungai setelah proses pembersihan dilakukan.
Gerakan di bantaran BKB ini sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan kebersihan dan pengendalian genangan membutuhkan kerja lintas sektor. Pemerintah, aparat keamanan, petugas teknis, relawan dan masyarakat harus bergerak dalam satu irama agar sungai tidak kembali dipenuhi sampah dan sedimentasi.
Langkah tersebut juga sejalan dengan perhatian Pemkot Jakarta Barat terhadap persoalan lingkungan dan sanitasi di kawasan Grogol Petamburan. Sebelumnya, Pemkot Jakbar telah mendorong penguatan sanitasi masyarakat dan pembangunan MCK komunal di kawasan Tomang untuk memperbaiki kualitas lingkungan.
Dengan 360 personel yang turun ke lapangan, aksi Sabtu pagi itu menjadi pesan kuat bahwa menjaga sungai bukan hanya pekerjaan petugas pemerintah. BKB yang bersih membutuhkan kolaborasi, kedisiplinan dan kesadaran warga secara terus-menerus. Sebab, mencegah sampah masuk ke sungai jauh lebih penting daripada sekadar membersihkannya ketika masalah sudah menumpuk.**











