Jakarta Disebut Gotham City, Warga Ketakutan Keluar Malam

banner 468x60

Foto Ilustrasi.

 

Bacaan Lainnya
banner 300x250

JAKARTA, Radarjakarta.id – Jakarta Barat kini mulai disamakan warga dengan “Gotham City”, kota gelap penuh kriminal dalam kisah Batman. Julukan itu viral di Google, TikTok, Instagram, YouTube hingga Twitter/X setelah rentetan aksi begal, jambret, pencurian motor, hingga kekerasan jalanan terus menghantui sejumlah ruas ibu kota. Di tengah patroli rutin aparat setiap malam, rasa takut warga justru makin nyata karena pelaku disebut kerap bergerak setelah operasi keamanan selesai digelar.

Satpol PP Jakarta Barat bersama unsur tiga pilar diketahui rutin menggelar operasi Cipta Kondisi (Cipkon) di wilayah-wilayah yang dianggap rawan kriminalitas. Kepala Satpol PP Jakarta Barat, Herry Purnama, mengatakan patroli malam terus dilakukan dengan menyisir titik-titik rawan kejahatan di seluruh kecamatan. Namun menurutnya, para pelaku kini semakin lihai membaca situasi dan memanfaatkan celah ketika petugas telah meninggalkan lokasi.

Fenomena ini membuat media sosial dipenuhi unggahan warga yang menyebut Jakarta Barat sudah seperti “kota tanpa rasa aman”. Banyak video di TikTok dan Instagram memperlihatkan warga memilih pulang berkelompok, menghindari jalan sepi, bahkan memutar arah demi menghindari titik rawan. Tagar terkait begal dan kriminal jalanan ikut ramai diperbincangkan di Twitter/X, sementara sejumlah konten YouTube menyoroti meningkatnya keresahan masyarakat terhadap keamanan malam hari di ibu kota.

“Sebenarnya sekarang mau lewat mana aja rasanya sama, semua bikin waswas. Udah kayak Gotham City,” ujar Fajar, warga Cengkareng yang mengaku kini selalu ekstra hati-hati saat pulang kerja malam. Kekhawatiran serupa juga dirasakan banyak warga lain yang mulai mengubah pola aktivitas demi menghindari risiko menjadi korban kejahatan jalanan.

Kriminolog Universitas Indonesia, Josias Simon, menilai meningkatnya ketakutan publik dipicu kombinasi faktor ekonomi, kondisi sosial, hingga lemahnya pengawasan di ruang publik. Menurutnya, minim penerangan, jalan sempit, dan kurangnya kontrol keamanan menjadi celah empuk bagi pelaku kriminal. Ia juga menyoroti pentingnya pembaruan peta titik rawan kejahatan agar masyarakat memiliki informasi yang jelas sebelum beraktivitas, terutama pada malam hari.

Di sisi lain, Polda Metro Jaya terus memperkuat operasi pemberantasan kejahatan jalanan. Tim khusus “Pemburu Begal” bahkan berhasil menangkap delapan tersangka begal dan jambret yang aksinya viral di media sosial. Para pelaku diketahui beroperasi di sejumlah titik strategis seperti Bundaran HI, Kebon Jeruk, Cideng hingga Gandaria. Salah satu komplotan bahkan mengaku telah beraksi di sekitar 120 lokasi berbeda. Fakta itu membuat kekhawatiran warga semakin membesar bahwa ancaman kriminal jalanan kini bukan lagi kasus biasa, melainkan alarm serius bagi keamanan ibu kota.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.