Haidar Alwi: Perang Amerika Bukan soal Tanah, tapi Dolar

R. Haidar Alwi. (Foto: Ist)
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran hari ini tidak bisa lagi dipahami sebagai konflik geopolitik konvensional. Ia bukan sekadar perebutan wilayah, bukan pula benturan ideologi atau kepentingan regional.

Yang berlangsung adalah ekspresi dari satu arsitektur global yang secara aktif mempertahankan dominasi ekonomi dan moneter Amerika Serikat melalui instrumen yang saling terhubung: dolar, energi, dan kontrol terhadap stabilitas global.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam konfigurasi ini, perang tidak berdiri sebagai kegagalan diplomasi, melainkan sebagai bagian inheren dari sistem. Ia berfungsi sebagai alat koreksi struktural ketika terjadi gangguan terhadap keseimbangan kekuasaan yang menopang dominasi tersebut.

Ketika konflik pecah di kawasan strategis, efeknya tidak berhenti pada dimensi militer, tetapi langsung merembet ke volatilitas harga energi, fluktuasi nilai tukar, dan tekanan inflasi global.

Realitas ini menjadi semakin signifikan ketika dikaitkan dengan posisi utang Amerika Serikat yang telah melampaui US$39 triliun. Dalam kerangka ekonomi klasik, angka tersebut merepresentasikan risiko sistemik. Namun dalam kerangka ekonomi-politik global, posisi Amerika justru berbeda secara fundamental karena ia menguasai mata uang cadangan dunia.

Ir. R. Haidar Alwi, MT – Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, serta Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB, menegaskan bahwa konflik global hari ini harus dibaca dalam perspektif struktural yang lebih dalam.

“Dalam literatur ekonomi-politik internasional, posisi Amerika Serikat dapat dijelaskan melalui konsep hegemonic monetary order, di mana satu negara tidak hanya menjadi pelaku dalam sistem, tetapi juga penentu parameter sistem itu sendiri. Status dolar sebagai reserve currency global menciptakan apa yang oleh ekonom disebut sebagai ‘exorbitant privilege’, yakni kemampuan untuk membiayai defisit melalui ekspansi moneter tanpa konsekuensi domestik yang proporsional,” tegas Haidar Alwi.

“Dalam praktiknya, kebijakan seperti quantitative easing dan penyesuaian suku bunga oleh Federal Reserve menghasilkan transmisi tekanan ke ekonomi global melalui mekanisme capital flow reversal, imported inflation, dan exchange rate passthrough. Dengan demikian, utang Amerika tidak diselesaikan dalam kerangka fiskal internal, tetapi direstrukturisasi secara implisit melalui distribusi tekanan ke negara lain yang berada dalam orbit sistem dolar,” tambahnya.

Pernyataan ini menggeser cara pandang dari sekadar melihat krisis sebagai fenomena ekonomi, menjadi memahami krisis sebagai instrumen yang terdistribusi secara struktural. Amerika tidak sekadar menghadapi tekanan, tetapi memiliki kapasitas untuk mengalihkan tekanan tersebut ke sistem global.

Utang Amerika dan Eksternalisasi Risiko Global

Dominasi dolar dalam sistem global menciptakan ketergantungan yang bersifat struktural dan asimetris. Lebih dari setengah cadangan devisa dunia disimpan dalam dolar, sementara sebagian besar transaksi perdagangan internasional tetap menggunakan mata uang tersebut. Ini menjadikan Amerika sebagai pusat likuiditas global sekaligus pengendali distribusi risiko.

“Dalam kerangka global financial cycle, kebijakan moneter Amerika Serikat memiliki efek ekstrateritorial yang signifikan. Ketika Federal Reserve melakukan tightening, maka terjadi kontraksi likuiditas global yang memicu capital outflows dari emerging markets, depresiasi mata uang lokal, dan peningkatan sovereign risk. Sebaliknya, ketika ekspansi likuiditas dilakukan, tekanan inflasi global meningkat melalui kenaikan harga komoditas dan pelemahan daya beli mata uang non-dolar. Dalam kedua kondisi tersebut, negara-negara di luar pusat sistem tidak memiliki kapasitas untuk mengisolasi dampak, karena integrasi mereka ke dalam sistem dolar bersifat struktural, bukan pilihan,”* lanjut Haidar Alwi.

Dengan demikian, yang disebut sebagai stabilitas global pada dasarnya adalah stabilitas yang dihasilkan dari distribusi tekanan. Amerika mempertahankan keseimbangannya dengan cara memindahkan beban ke luar wilayahnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.