TOKYO, Radarjakarta.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang, Selasa (28/7). Guncangan kuat tersebut menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka, kerusakan pada bangunan dan infrastruktur, serta sempat memicu peringatan tsunami yang kemudian dicabut oleh otoritas setempat.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo memastikan hingga saat ini belum ada laporan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban akibat gempa tersebut. KBRI terus berkoordinasi dengan otoritas Jepang, komunitas diaspora Indonesia, serta simpul-simpul masyarakat Indonesia di wilayah terdampak untuk memantau perkembangan situasi.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, mengimbau seluruh WNI di Jepang agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan, dan mematuhi seluruh arahan pemerintah Jepang, termasuk informasi evakuasi yang dikeluarkan badan meteorologi setempat. WNI juga diminta segera menghubungi KBRI Tokyo apabila mengalami keadaan darurat atau membutuhkan bantuan konsuler.
Sejumlah media internasional melaporkan aktivitas tanggap darurat masih berlangsung di wilayah terdampak. Petugas penyelamat melakukan pemeriksaan terhadap bangunan, jaringan transportasi, serta fasilitas umum untuk memastikan keselamatan masyarakat. Otoritas Jepang juga mengingatkan warga agar menghindari bangunan yang rusak dan tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Peristiwa ini kembali mengingatkan tingginya aktivitas seismik di Jepang yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire). Pemerintah Jepang memiliki sistem mitigasi gempa yang ketat, sehingga masyarakat, termasuk WNI, diharapkan selalu mengikuti informasi resmi dan prosedur keselamatan yang telah ditetapkan.***











