BEKASI, Radarjakarta.id – Lonjakan kasus penyakit menular seksual (PMS) di Kota Bekasi menjadi perhatian serius kalangan medis.
Di tengah meningkatnya angka penyebaran, edukasi dan penanganan yang tepat menjadi kunci utama untuk menekan risiko komplikasi yang lebih berat.
Dokter spesialis kesehatan kulit dan kelamin, Dr Handrik Kurniawan, mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingginya angka penyebaran penyakit menular seksual (PMS) di Kota Bekasi yang saat ini disebut sebagai salah satu wilayah dengan kasus tertinggi.
Menurutnya, perkembangan penyakit yang semakin kompleks menjadi tantangan tersendiri dalam dunia medis.
“Saat ini dosis pengobatan PMS sudah lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, karena virus dan bakteri penyebabnya terus bermutasi dan berkembang,” ujarnya, jumat (1/5/2026).
Dr. Handrik menjelaskan bahwa salah satu faktor utama meningkatnya PMS adalah gaya hidup pergaulan bebas yang tidak diimbangi dengan kesadaran kesehatan. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada organ reproduksi, tetapi juga dapat memicu komplikasi serius jika tidak ditangani sejak dini.
Dalam kasus yang sudah memasuki stadium lanjut, pasien berisiko mengalami pembengkakan pada skrotum (kantung buah zakar) hingga gangguan pada ginjal. Oleh karena itu, penanganan cepat dan tepat sangat diperlukan.
Di Heritage Medical, penanganan PMS dilakukan dengan pendekatan medis modern, yaitu melalui terapi suntik antivirus serta obat oral. Durasi pengobatan sangat bergantung pada kondisi masing-masing pasien, termasuk tingkat resistensi terhadap obat.
Untuk pasien dengan kondisi ringan, terapi suntik dilakukan melalui injeksi biasa. Sementara pada pasien dengan kondisi lebih berat atau yang sudah berulang kali terinfeksi, pengobatan dilakukan melalui infus guna memberikan efek yang lebih optimal.
“Tujuannya agar proses penyembuhan lebih maksimal dan menyeluruh,” jelasnya.
Kehadiran figur publik Vicky Prasetyo dalam peringatan satu tahun Heritage Medical turut memberikan perhatian terhadap pentingnya edukasi kesehatan seksual.
Vicky mengapresiasi dedikasi Dr. Handrik dalam menangani pasien, bahkan hingga melayani keluhan di luar jam normal.
“Pasien bisa datang kapan saja, bahkan dini hari, karena rasa sakit yang tidak tertahankan. Ini menunjukkan betapa pentingnya layanan yang responsif dan manusiawi,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pasien PMS wajib menghentikan aktivitas seksual sementara waktu untuk mencegah penularan kepada pasangan, serta menjalani pengobatan hingga tuntas meski membutuhkan waktu cukup lama.
Selain pengobatan, faktor psikologis seperti rasa malu sering menjadi penghambat masyarakat untuk berobat ke fasilitas kesehatan umum. Oleh karena itu, klinik seperti Heritage Medical dinilai menjadi solusi karena menawarkan layanan yang lebih privat dan nyaman.
Dalam satu tahun operasionalnya, Heritage Medical telah menangani lebih dari 3.000 pasien, dengan tingkat kesembuhan yang cukup tinggi.
Masyarakat diimbau untuk lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi dan tidak mengabaikan gejala awal PMS. Pemanfaatan media sosial juga dinilai efektif sebagai sarana edukasi positif untuk meningkatkan kesadaran publik.
Sebagaimana pesan inspiratif dari Nelson Mandela, kesehatan adalah investasi paling berharga dalam kehidupan. Menjaga pola hidup sehat dan bertanggung jawab menjadi langkah awal untuk mencegah penyebaran penyakit.|Guffe*










