JAKARTA, Radarjakarta.id – Transformasi industri Indonesia memasuki tahap ketika peningkatan kapasitas tidak lagi cukup hanya mengandalkan pertumbuhan produksi. Efisiensi, teknologi, pengelolaan sumber daya, hingga kemampuan menghadapi risiko menjadi bagian penting untuk membangun industri yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Kebutuhan tersebut menjadi salah satu fokus IEE Series – Engineering Week 2026 yang resmi dibuka di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, gelaran ini mempertemukan pelaku dari delapan sektor strategis untuk melihat perkembangan teknologi dan solusi yang dapat diterapkan di berbagai rantai industri.
Engineering Week 2026 berlangsung pada 9–12 September 2026 dan diikuti 1.694 perusahaan dari 34 negara dan kawasan. Pameran menempati area lebih dari 88.000 meter persegi, termasuk penggunaan pertama hall baru JIExpo.
Country General Manager Pamerindo Indonesia, Lia Indriasari mengatakan, keterhubungan antarindustri menjadi semakin penting seiring kebutuhan sektor yang tidak lagi berdiri sendiri.
“Engineering Week, yang membawa tema Sustainability for Industrial Transformation, merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus berupaya menyediakan platform yang dapat mempertemukan berbagai sektor industri, terlebih manakala kebutuhan antarindustri semakin saling terhubung,” ujar Lia.
Menurutnya, pertemuan lintas sektor diharapkan tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi berkembang menjadi kemitraan strategis, solusi inovatif, dan komitmen yang dapat diterapkan melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan publik.
Teknologi Menjadi Penggerak Transformasi
Perubahan kebutuhan industri membuat teknologi semakin berperan dalam menentukan efisiensi dan daya saing. Industri pertambangan, misalnya, membutuhkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Hal serupa berlaku pada sektor energi, pengolahan material, konstruksi, maupun pengelolaan air.
Konteks tersebut terlihat dari keberadaan Mining Indonesia dan Oil & Gas Indonesia, yang menjadi bagian dari sektor sumber daya dan energi. Sementara GIFA Indonesia & METEC Indonesia menghadirkan teknologi yang berkaitan dengan pengecoran, pengolahan logam, metalurgi, dan material bernilai tambah.
Pada sektor pembangunan, Construction Indonesia dan Concrete Show South-east Asia–Indonesia memperlihatkan kebutuhan terhadap teknologi konstruksi dan material yang dapat mendukung pembangunan infrastruktur.
Di sisi lain, Water Indonesia membawa isu pengelolaan air sebagai bagian penting dari keberlanjutan operasional industri. Sementara ADEXCO memperkuat perspektif mengenai kesiapsiagaan, mitigasi bencana, perlindungan sipil, dan ketahanan.
Kehadiran berbagai sektor tersebut memperlihatkan bahwa teknologi industri semakin membutuhkan pendekatan lintas sektor. Solusi pada satu sektor dapat memengaruhi produktivitas, efisiensi, maupun ketahanan sektor lainnya.











