“Dapur Sumur Tutur” Tampilkan Dinamika Perempuan Lintas Generasi dalam Pertunjukan Tunggal

Pementasan Dapur Sumur Tutur oleh Putri Ayudya. (Foto: Ist)
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Galeri Indonesia Kaya kembali menghadirkan pertunjukan seni melalui pementasan satu orang (one man show) bertajuk Dapur Sumur Tutur.

Karya ini menyoroti dinamika perempuan lintas generasi di tengah perubahan nilai dan tradisi, dengan menghadirkan pendekatan yang intim dan reflektif bagi penonton.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Diproduseri oleh Nosa Nurmanda dan disutradarai oleh Ben Bening, pertunjukan ini dibawakan oleh Putri Ayudya, aktor yang telah dua kali dinominasikan sebagai Pemeran Wanita Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) serta peraih Piala Maya.

Selama kurang lebih satu jam, penonton diajak menyelami kisah tiga generasi perempuan Jawa dalam satu keluarga yang berkumpul dalam momen peringatan seribu hari wafatnya Eyang Kakung.

Cerita disampaikan melalui sudut pandang tiga tokoh—YangTi, Ibuk, dan Mbak—yang menghadirkan dialog batin mengenai tradisi, relasi keluarga, serta nilai-nilai yang diwariskan antar generasi.

Program Director Galeri Indonesia Kaya, Renitasari Adrian menyampaikan bahwa pementasan ini sejalan dengan komitmen menghadirkan karya seni yang tidak hanya menghibur, tetapi juga relevan dengan kehidupan masyarakat.

“Pementasan Dapur Sumur Tutur hari ini sejalan dengan komitmen Galeri Indonesia Kaya untuk menghadirkan karya seni pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengangkat isu-isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Karya ini berangkat dari kegelisahan generasi milenial perempuan Jawa terhadap tradisi yang kerap diwariskan tanpa pemaknaan ulang. Pergeseran peran perempuan dari konco wingking menuju mitra sejajar dalam kehidupan modern menjadi salah satu benang merah dalam pertunjukan ini.

Selain itu, isu sandwich generation dan ageism turut diangkat sebagai refleksi kondisi sosial saat ini. Dalam situasi di mana populasi lansia meningkat dan usia produktif semakin terbatas, perempuan sering berada di garis depan sebagai penanggung jawab perawatan keluarga, seiring kuatnya ekspektasi gender yang melekat.

Putri Ayudya mengungkapkan bahwa karya ini lahir dari pengalaman personal serta riset bersama tim kreatif, Menurutnya, kisah ini berangkat dari kegelisahan sebagai perempuan Jawa generasi milenial.

“Sebagian materi berasal dari pengalaman pribadi kami dan sebagian lainnya dari riset tentang perempuan Jawa, generational trauma, serta proses reparenting. Judul Dapur Sumur Tutur menggambarkan perubahan peran perempuan, dari ranah domestik menjadi ruang bertutur dan menyuarakan pengalaman,” jelasnya.

Produser Nosa Nurmanda menambahkan bahwa pemilihan tiga generasi perempuan dan latar peringatan seribu hari kematian memiliki makna simbolis.

“Momen ini adalah ruang refleksi keluarga, ketika duka sudah mengendap dan bisa dimaknai ulang. Di situlah kita melihat bagaimana nilai, luka, dan cara pandang diwariskan antar generasi, terkadang tanpa disadari,” ujarnya.

Ia berharap pertunjukan ini dapat mendorong pemahaman bahwa tradisi dapat tetap hidup jika disikapi secara bijaksana.

Sementara itu, sutradara Ben Bening menyoroti pertanyaan mendasar tentang kebebasan perempuan di masa kini.

“Hari ini kita sering merasa perempuan sudah lebih bebas dibandingkan sebelumnya. Namun, apakah kebebasan itu benar-benar utuh? Apakah perempuan sudah benar-benar bebas dalam menentukan mimpi dan pilihan hidupnya? Pertunjukan ini berangkat dari pertanyaan tersebut,” kata Ben.

Dari sisi artistik, pertunjukan ini tidak hanya mengandalkan kekuatan akting, tetapi juga didukung komposisi musik dan efek suara oleh Taufan Iskandar, tata cahaya, serta elemen visual yang ditampilkan melalui layar. Seluruh elemen dirancang untuk memperkuat atmosfer dan membantu penonton menyelami emosi serta dinamika antar generasi.

Dapur Sumur Tutur sekaligus menjadi penutup rangkaian pertunjukan seni akhir pekan di Galeri Indonesia Kaya sepanjang April. Sebelumnya, sejumlah pertunjukan seperti Bukan Kartini, Makkunrai Nusanusa, serta Close Friends telah lebih dulu dipentaskan.

Ke depan, Galeri Indonesia Kaya berkomitmen terus menghadirkan beragam pertunjukan seni setiap akhir pekan, dengan informasi lebih lanjut tersedia melalui situs resmi IndonesiaKaya.com.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.