Hadapi Tantangan Ekonomi 2025, SAPX Express Catat Pertumbuhan Laba Usaha 29,72 Persen

Public Expose Tahunan SAPX Express. (Foto: Radarjakarta.id/Ilham)
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) atau yang lebih dikenal sebagai SAPX Express berhasil mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 meskipun harus menghadapi tantangan perlambatan ekonomi dan melemahnya daya beli masyarakat.

Perusahaan jasa pengiriman dengan tagline #JagonyaCOD yang telah beroperasi sejak 2014 ini tetap mampu menjaga stabilitas operasional dan mencetak pertumbuhan laba usaha di tengah kondisi makro ekonomi yang kurang kondusif.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Presiden Direktur PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX), Budiyanto Darmastono mengatakan bahwa sepanjang 2025 perseroan menghadapi berbagai tantangan akibat meningkatnya tekanan terhadap daya beli masyarakat yang dipicu kenaikan harga kebutuhan pokok dan energi.

“Meski kondisi ekonomi nasional cukup menantang dan berdampak pada aktivitas konsumsi masyarakat, SAPX Express tetap mampu menjaga stabilitas operasional serta mempertahankan kualitas layanan melalui berbagai langkah adaptif dan efisiensi yang kami lakukan,” ujar Budiyanto dalam Public Expose Tahunan SAPX Express di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, segmen bisnis businesstobusiness (B2B) menjadi salah satu penopang utama kinerja perusahaan. Permintaan dari sektor perbankan, fast moving consumer goods (FMCG), serta pelaku usaha yang membutuhkan layanan distribusi dan logistik terintegrasi tetap menunjukkan ketahanan yang positif.

Sementara itu, transaksi dari marketplace dan ecommerce masih menjadi penggerak utama permintaan layanan pengantaran meskipun mengalami perlambatan dibandingkan periode sebelumnya.

“Perseroan terus melakukan penyesuaian strategi operasional sesuai dinamika pasar. Langkah efisiensi yang dijalankan tidak hanya menjaga daya saing perusahaan, tetapi juga memastikan kualitas layanan kepada pelanggan tetap terjaga,” tambahnya.

Dari sisi keuangan, SAPX membukukan pendapatan sebesar Rp523,13 miliar hingga 31 Desember 2025. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan pendapatan tahun 2024 yang mencapai Rp682,51 miliar.

Meski demikian, total aset perusahaan meningkat 6,39 persen menjadi Rp410,53 miliar pada 2025, dibandingkan Rp385,88 miliar pada tahun sebelumnya.

Kinerja laba usaha juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. SAPX mencatat laba usaha sebesar Rp10,11 miliar pada 2025, naik 29,72 persen dibandingkan Rp7,80 miliar pada 2024.

Adapun laba komprehensif tahun berjalan tercatat sebesar Rp9,56 miliar atau turun 58,98 persen dibandingkan Rp23,30 miliar pada tahun sebelumnya.

Budiyanto menilai capaian tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga profitabilitas di tengah tekanan ekonomi dan persaingan industri logistik yang semakin ketat.

“Kami bersyukur masih mampu mencatatkan laba positif dan memperkuat posisi keuangan perusahaan. Hal ini menjadi bukti bahwa strategi bisnis yang dijalankan mampu menjaga keberlanjutan usaha sekaligus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Kinerja positif SAPX sepanjang 2025 juga mendapat pengakuan dari berbagai mitra strategis dan pelaku industri. Perseroan meraih penghargaan Best Courier Partner 2025 dari DHL, salah satu perusahaan logistik terkemuka dunia.

Selain itu, SAPX juga menerima penghargaan The Best Logistic Partner 2025 dari Everpro, platform penyedia solusi terintegrasi bagi bisnis online dan UMKM di Indonesia, serta penghargaan Operational Excellence dalam ajang Asia Consumer Sourcing Expo (CSE Asia) Indonesia.

“Berbagai penghargaan yang kami terima menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan inovasi. Pengakuan ini menunjukkan kepercayaan pelanggan serta mitra terhadap kinerja dan profesionalisme SAPX Express,” ujar Budiyanto.

Pada 10 Juni 2026, Perseroan juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 dengan lima agenda utama, yakni pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan 2025, penetapan penggunaan laba bersih, penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris tahun 2026, penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk Tahun Buku 2026, serta persetujuan rencana pemberian jaminan atas sebagian atau seluruh aset perusahaan guna mendukung kebutuhan pembiayaan di masa mendatang.

Di tengah persaingan bisnis yang semakin kompetitif, SAPX terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) sebagai bagian dari strategi keberlanjutan usaha.

“Penerapan tata kelola perusahaan tidak hanya untuk memenuhi ketentuan regulator, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam menjaga pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis Perseroan dalam jangka panjang,” tutup Budiyanto.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.