WONOSOBO, Radarjakarta.id – Menjelang libur sekolah pertengahan tahun 2026, Dataran Tinggi Dieng kembali menjadi destinasi yang paling banyak dibicarakan wisatawan. Fenomena langka suhu ekstrem yang sempat menyentuh minus 4 derajat Celsius membuat kawasan pegunungan di perbatasan Wonosobo dan Banjarnegara itu terlihat bak negeri musim dingin. Rerumputan, dedaunan, bahkan sejumlah kendaraan yang terparkir sejak malam hari tampak diselimuti lapisan es tipis atau yang dikenal masyarakat sebagai embun upas. Fenomena ini menjadi daya tarik utama yang membuat ribuan wisatawan, terutama keluarga dan anak-anak, berbondong-bondong memilih Dieng sebagai tujuan liburan tahun ini. �
Info Nasional + 2
Fenomena “Dieng Membeku” sebenarnya bukan hal baru. Namun tahun ini perhatian publik meningkat setelah berbagai foto dan video viral di media sosial memperlihatkan hamparan es yang menyelimuti kawasan Candi Arjuna dan area terbuka lainnya. Sejumlah laporan media lokal dan nasional menyebut suhu di kawasan wisata tersebut turun drastis sejak awal musim kemarau, bahkan pada beberapa titik mencapai minus 1 hingga minus 4 derajat Celsius. Kondisi itu menyebabkan embun yang terbentuk pada malam hari membeku menjelang fajar dan menciptakan pemandangan yang jarang ditemukan di negara tropis seperti Indonesia. �
Gemadika + 3
Daya tarik utama bagi anak-anak bukan hanya sensasi melihat “salju tropis”, tetapi juga pengalaman merasakan udara dingin yang berbeda dari kota-kota besar. Banyak keluarga sengaja datang sejak dini hari untuk menyaksikan embun es terbentuk sambil menikmati matahari terbit dari kawasan perbukitan Dieng. Tren wisata alam dan edukasi yang berkembang pascapandemi juga membuat Dieng semakin diminati generasi muda. Wisatawan dapat belajar tentang fenomena geologi, vulkanologi, budaya, hingga perubahan cuaca ekstrem secara langsung di alam terbuka. �
Liputan6.com + 2
Selain fenomena embun es, Dieng menawarkan paket wisata lengkap mulai dari Kompleks Candi Arjuna, Telaga Warna, Batu Ratapan Angin, Kawah Sikidang hingga panorama perkebunan kentang yang membentang di lereng pegunungan. Akses menuju Dieng juga dilaporkan tetap aman dan terbuka menjelang musim liburan setelah pemerintah daerah melakukan berbagai perbaikan infrastruktur jalan. Wisatawan dari Jakarta, Bandung, Semarang hingga Yogyakarta diperkirakan mendominasi kunjungan selama masa libur sekolah tahun ini. �
jawawa + 1
Fenomena udara dingin ekstrem atau yang dikenal sebagai bediding sebenarnya juga menjadi perhatian para ahli cuaca. Kondisi atmosfer yang sangat kering pada musim kemarau membuat panas bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer sehingga suhu dini hari turun drastis. Fenomena serupa juga diamati di berbagai wilayah dataran tinggi Indonesia, tetapi Dieng tetap menjadi lokasi paling populer karena kombinasi suhu rendah, lanskap vulkanik, dan fasilitas wisata yang lengkap. Bahkan berbagai komunitas perjalanan internasional mulai memasukkan Dieng sebagai salah satu destinasi unik di Asia Tenggara yang menawarkan pengalaman “frost tourism” di negara tropis. �
SatumenitNews + 3
Dengan prediksi puncak musim dingin Dieng masih akan berlangsung hingga Juli–Agustus, pelaku pariwisata optimistis jumlah kunjungan selama libur sekolah tahun ini akan melonjak signifikan. Bagi banyak anak-anak Indonesia, melihat rerumputan dan kendaraan yang membeku oleh embun es menjadi pengalaman yang mungkin hanya bisa ditemukan di Dieng. Tak heran jika kawasan yang dijuluki “Negeri di Atas Awan Jawa Tengah” itu kini menjelma menjadi destinasi favorit keluarga yang ingin merasakan sensasi musim dingin tanpa harus pergi ke luar negeri. �
SuaraBaru.id + 3
Bak Negeri Salju, Dieng Jadi Destinasi Favorit Anak-anak Saat Libur Sekolah










