TANGERANG, RadarJakarta.id – Seorang siswi sekolah menengah kejuruan (SMK) berusia 16 tahun asal Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, ditemukan setelah hampir 10 hari dilaporkan hilang. Tim gabungan Polres Tasikmalaya dan Polda Metro Jaya menemukan remaja tersebut di lantai 33 Apartemen Tokyo, kawasan PIK 2, Tangerang, Banten, pada Minggu dini hari, 11 Oktober 2026.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Heru Samsul Bahri, membenarkan penemuan siswi tersebut. Setelah ditemukan, korban ditempatkan di rumah aman untuk menjalani pemulihan psikologis. Pendampingan juga melibatkan lembaga perlindungan anak guna memastikan kebutuhan dan keselamatan korban menjadi prioritas.
Dalam proses pencarian, polisi menghadapi kendala karena identitas korban diduga disamarkan selama berada di apartemen tersebut. Kondisi itu menjadi salah satu aspek yang didalami penyidik untuk merekonstruksi perjalanan korban sejak meninggalkan tempat tinggalnya hingga ditemukan di Tangerang.
Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya, Aiptu Josner Ringgo, menyampaikan bahwa penyelidikan masih berlangsung. Polisi berupaya mengungkap alasan korban pergi, menelusuri perjalanan yang dilaluinya, serta mendalami temuan telepon genggam baru yang dimiliki korban.
Penyidik juga mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui proses penyelidikan. Polisi perlu memastikan rangkaian kejadian berdasarkan keterangan korban, hasil pemeriksaan, serta bukti yang berhasil dikumpulkan.
Penemuan siswi SMK asal Tasikmalaya ini menjadi perkembangan penting setelah pencarian berlangsung hampir 10 hari. Meski demikian, sejumlah pertanyaan mengenai alasan korban pergi, dugaan penyamaran identitas, dan asal-usul telepon genggam yang ditemukan masih menunggu hasil pendalaman aparat kepolisian. Perlindungan identitas serta pemulihan kondisi psikologis korban tetap menjadi perhatian selama proses hukum berjalan.***











