BANDUNG, Radarjakarta.id – Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) POMPASARI yang dijalankan PT PLN (Persero) Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban Jawa Barat (UP2B Jabar) mendorong efisiensi pengairan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian Kelompok Tani Harapan III di Desa Mekarsari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Kehadiran pompa listrik mempercepat proses distribusi air ke lahan pertanian dan membuka peluang peningkatan intensitas musim tanam dari dua menjadi tiga kali dalam setahun.
Ketua Kelompok Tani Harapan III, Abah Rukmana, mengatakan perubahan paling terasa sejak penggunaan pompa listrik adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengairi lahan. Sebelumnya, petani menggunakan pompa berbahan bakar solar sehingga pengairan satu blok sawah membutuhkan waktu sekitar satu minggu.
“Dahulu, ketika masih menggunakan pompa berbahan bakar solar, pengairan satu blok sawah membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Untuk mengairi tiga blok, kami memerlukan waktu hingga tiga minggu. Alhamdulillah, sejak ada pompa listrik, tiga blok sawah dapat dialiri hanya dalam waktu dua hari dua malam,” ujar Abah.
Dalam satu siklus pengairan, pompa listrik dioperasikan sekitar 17 hingga 18 jam per hari dengan jeda setiap satu hingga satu setengah jam untuk pendinginan. Biaya token listrik yang dibutuhkan sekitar Rp400 ribu untuk pengairan selama dua hari dua malam.
Efisiensi tersebut menjadi perubahan signifikan dibandingkan saat petani menggunakan pompa diesel. Untuk mengairi tiga blok sawah selama sekitar tiga minggu, dibutuhkan 500 hingga 520 liter solar. Pengoperasian pompa diesel juga disertai kebutuhan perawatan rutin, termasuk penggantian oli setiap 12 hari, ring seger, dan sejumlah komponen lainnya.
Dengan pengairan yang lebih cepat, petani kini memiliki ruang untuk meningkatkan produktivitas lahan. Sebelum program berjalan, Kelompok Tani Harapan III umumnya melaksanakan dua kali musim tanam dalam setahun. Saat ini, petani mulai mempersiapkan pola tanam tiga kali dalam setahun.
Perubahan juga terlihat dari hasil produksi. Rata-rata panen yang sebelumnya berada di kisaran 6 ton per hektare kini meningkat menjadi sekitar 7 hingga 7,5 ton per hektare setelah pengairan menggunakan pompa listrik berjalan.
General Manager PLN UIP2B JAMALI, Munawwar Furqan, mengatakan pemanfaatan listrik untuk sektor produktif menjadi salah satu bentuk kehadiran PLN yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“POMPASARI merupakan salah satu program pemanfaatan listrik dapat berjalan berdampingan dengan penguatan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Munawwar.
Manager PLN UP2B Jawa Barat, Santo Kardono, menyampaikan bahwa perkembangan POMPASARI menunjukkan pemanfaatan energi listrik dapat memberikan dampak langsung terhadap produktivitas sektor pertanian.
“POMPASARI tidak berhenti pada pemberian sarana. Kami ingin listrik benar-benar menjadi energi yang menggerakkan kegiatan produktif masyarakat. Pengairan yang sebelumnya membutuhkan waktu hingga tiga minggu kini dapat diselesaikan dalam dua hari dua malam. Produktivitas padi juga meningkat dan petani mulai mencoba tiga kali musim tanam dalam setahun. Inilah dampak berkelanjutan yang ingin kami hadirkan,” ujar Santo.
Selain mendukung proses budidaya, peningkatan aktivitas pertanian turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Upah tenaga kerja harian berada di kisaran Rp75 ribu per hari dan dapat meningkat menjadi sekitar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per hari saat musim panen. Dengan rencana peningkatan frekuensi tanam, kebutuhan tenaga kerja dan aktivitas ekonomi di lingkungan desa berpotensi ikut meningkat.
Untuk mendukung pengairan sekitar 25 hektare lahan yang dikelola Kelompok Tani Harapan III, PLN UP2B Jawa Barat melalui POMPASARI menghadirkan rumah pompa, pompa listrik berkapasitas 30 HP, penyambungan daya listrik sebesar 33.000 VA, serta pipanisasi sepanjang 300 meter.
Dukungan tersebut dilengkapi dengan bantuan alat pertanian dan peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan peningkatan produksi padi serta pengendalian hama dan penyakit tanaman. Sebanyak 108 peserta telah mengikuti kegiatan pelatihan sebagai bagian dari penguatan pengetahuan dan kemandirian petani.
Melalui POMPASARI, pemanfaatan energi listrik di Desa Mekarsari tidak hanya mendukung kebutuhan pengairan, tetapi turut memberi ruang bagi petani untuk mengelola waktu kerja secara lebih efisien, meningkatkan hasil produksi, dan mempersiapkan pola tanam yang lebih produktif.










