Ceko: Syahganda Punya Modal Jaringan Aktivisme dan Pemahaman Ekosistem Digital

Pengamat politik dan kebijakan publik Cecep Handoko alias Ceko. (Foto: Ist)
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Pengamat politik dan kebijakan publik Cecep Handoko alias Ceko menilai pengangkatan Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Presiden (Bakom) menunjukkan bahwa komunikasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto semakin ditempatkan sebagai bagian strategis dalam menghadapi perubahan ekosistem informasi.

Menurut Ceko, tantangan komunikasi pemerintah saat ini tidak lagi sebatas menyampaikan program kepada masyarakat. Pemerintah juga harus menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (AI), dominasi platform digital, serta algoritma yang menentukan bagaimana informasi diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi publik.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Pengangkatan Syahganda menunjukkan bahwa komunikasi pemerintah membutuhkan figur yang memiliki jaringan kuat di dunia aktivisme sekaligus memahami perkembangan teknologi informasi. Hari ini persoalannya bukan hanya soal komunikasi, tetapi juga bagaimana menghadapi AI dan algoritma platform digital yang dapat memengaruhi persepsi publik,” ujar Ceko.

Ia mengatakan, pemerintah perlu membangun konsensus dengan seluruh pemangku kepentingan di ekosistem digital agar algoritma dan perkembangan AI tidak menjadi ruang yang justru mendistorsi informasi mengenai kebijakan serta program-program prioritas Presiden Prabowo.

“Jangan sampai program pemerintah yang sebenarnya memiliki tujuan baik justru dipersepsikan berbeda karena permainan algoritma, potongan informasi, atau konten yang diproduksi AI. Pemerintah harus mampu hadir di ruang digital dengan informasi yang cepat, akurat dan mudah dipahami masyarakat,” katanya.

Ceko menilai Syahganda memiliki modal jaringan aktivisme dan pengalaman dalam dinamika sosial-politik yang dapat menjadi bagian dari kekuatan komunikasi pemerintahan.

“Syahganda merupakan figur yang memiliki perjalanan panjang di dunia aktivisme dan memiliki kedekatan serta loyalitas politik kepada Presiden Prabowo. Dalam konteks komunikasi pemerintahan, jaringan dan pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk membangun komunikasi yang lebih efektif dengan berbagai kelompok masyarakat,” ujar Ceko.

Menurutnya, Bakom ke depan tidak cukup hanya menjadi institusi penyampai informasi pemerintah. Lembaga tersebut harus mampu membaca perubahan perilaku masyarakat, memahami cara kerja ekosistem digital, serta merespons perkembangan informasi secara cepat.

“Perang komunikasi pemerintah ke depan terjadi di ruang digital. Karena itu, kemampuan membaca algoritma, memahami AI, membangun jaringan komunikasi publik dan menjaga kredibilitas informasi akan menjadi sangat penting,” pungkas Ceko.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.