JAKARTA, Radarjakarta.id – Bukan sekadar menghadirkan sosok menyeramkan, film horor Khadam membawa teror yang lebih personal: kehilangan identitas dan ancaman kehilangan keluarga sendiri. Dalam film produksi kolaborasi Malaysia-Indonesia ini, Aghniny Haque harus menghadapi sosok gaib yang bukan hanya menyerupai dirinya, tetapi juga berusaha mengambil alih kehidupannya.
Aghniny memerankan Melor, seorang ibu tunawicara yang hidup terisolasi di tengah hutan bersama kedua anaknya. Kehidupannya berubah setelah kematian sang ibu membuat Melor mewarisi Khadam, entitas gaib yang telah menjadi bagian dari keluarganya secara turun-temurun.
Alih-alih menjadi pelindung, Khadam justru berubah menjadi ancaman. Entitas tersebut kemudian mengambil wujud yang menyerupai Melor dan tampil seolah lebih sempurna. Perlahan, ia merebut perhatian anak-anak Melor hingga berusaha menggantikan posisi Melor di dalam keluarganya sendiri.
Kondisi tersebut membuat perjuangan karakter Aghniny semakin berat. Sebagai seorang tunawicara, Melor tidak dapat mengandalkan komunikasi verbal untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Ia harus mengandalkan bahasa isyarat, naluri seorang ibu, dan kekuatan fisik untuk melawan ancaman yang terus mendekat.
Konflik inilah yang menjadi salah satu daya tarik utama Khadam. Teror tidak hanya datang dari sosok supernatural, tetapi juga dari ketakutan seorang ibu ketika orang yang paling dicintainya mulai tidak lagi mengenal dirinya.
Ketika Sang Penjaga Berubah Menjadi Ancaman
Khadam mengangkat folklor kepercayaan Saka di Malaysia. Dalam kisah yang dihadirkan film ini, Khadam merupakan entitas warisan gaib yang semestinya berfungsi sebagai penjaga keluarga.
Namun, film garapan sutradara Shamyl Othman dengan skenario Fariza Azlina tersebut justru mengeksplorasi sisi gelap hubungan antara manusia dan entitas tersebut.
Premisnya terangkum dalam kalimat “Jangan Sampai Jadi Tuan”. Ketika sang penjaga melihat kelemahan manusia yang dirawatnya, hubungan tersebut dapat berubah menjadi perebutan kendali.
Khadam bukan lagi sekadar entitas yang menjaga, tetapi menjadi sosok yang ingin mengambil alih kehidupan pemiliknya.
Respons Positif Sebelum Tayang di Indonesia
Sebelum diputar di Indonesia, Khadam telah lebih dahulu dirilis di Malaysia pada 11 Juni 2026. Film tersebut dilaporkan meraih pendapatan box office lebih dari USD 1,3 juta.
Perjalanan film kemudian berlanjut ke Kamboja dan Singapura. Khadam juga dijadwalkan tayang di Hong Kong dan Macau pada Oktober mendatang.
Respons positif turut muncul dari komunitas pencinta film. Sejumlah ulasan di Letterboxd memberikan apresiasi terhadap atmosfer horor yang dibangun secara perlahan, sekaligus memadukan unsur ketegangan dengan drama emosional.











