JAKARTA, Radarjakarta.id — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap alasan dirinya masuk dalam bursa calon Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Budi menyebut pencalonan tersebut merupakan amanah dari Presiden Prabowo Subianto dan siap dijalankan apabila mendapat penugasan dari kepala negara.
“Kalau ditugaskan oleh Bapak Presiden, ya harus kita lakukan,” kata Budi kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Budi mengatakan Prabowo memandang Indonesia sebagai negara besar yang memiliki peluang untuk menempatkan wakilnya pada posisi strategis di lembaga internasional. Menurut Budi, hingga kini belum ada warga negara Indonesia yang menjadi pimpinan tertinggi lembaga di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Presiden, kata Budi, juga menitipkan pesan agar apabila mendapat kesempatan memimpin WHO, dirinya dapat membawa suara negara-negara berkembang atau Global South agar lebih mendapat perhatian di tingkat global. Budi menilai keterwakilan tersebut penting karena negara-negara berkembang memiliki jumlah penduduk besar sekaligus menghadapi tantangan pembangunan dan kesehatan yang kompleks.
Nama Budi Gunadi Sadikin telah tercantum sebagai prospective candidate dalam proses pemilihan Direktur Jenderal WHO. Berdasarkan informasi WHO yang tersedia, proses tersebut masih berlangsung dan batas waktu pengajuan kandidat oleh negara anggota adalah 24 September 2026. Executive Board WHO selanjutnya akan melakukan penyaringan dan dapat mengajukan hingga tiga kandidat kepada World Health Assembly untuk dipilih.
Dalam daftar kandidat yang telah diumumkan, Budi tercatat sebagai kandidat yang diusulkan Indonesia bersama Hans Henri P. Kluge dari Belgia, Hanan Balkhy dari Arab Saudi, dan Hanan Mohammed Al-Kuwari dari Qatar. Namun, masuknya nama dalam bursa belum berarti seseorang telah terpilih sebagai Dirjen WHO.
Pemilihan akhir dijadwalkan berlangsung dalam World Health Assembly pada Mei 2027. WHO menjelaskan bahwa Direktur Jenderal dipilih oleh seluruh negara anggota melalui proses yang dilakukan setelah tahapan nominasi dan penyaringan oleh Executive Board. Masa jabatan pejabat yang terpilih dijadwalkan dimulai pada 16 Agustus 2027.
Budi sebelumnya juga menyatakan bahwa dirinya memahami proses tersebut masih panjang dan hasil akhirnya bergantung pada mekanisme pemilihan WHO. Karena itu, pencalonannya saat ini masih berada pada tahap proses dan belum dapat dipastikan siapa yang akan memimpin organisasi kesehatan dunia tersebut setelah masa jabatan Direktur Jenderal WHO saat ini berakhir pada Agustus 2027.***











