Nyamuk Terasa Makin Banyak di Rumah? Ini Penjelasan BRIN

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id — Musim kemarau identik dengan berkurangnya genangan air. Namun, kondisi tersebut ternyata tidak selalu membuat nyamuk menghilang. Sebaliknya, banyak warga justru mengeluhkan nyamuk terasa semakin banyak, terutama di dalam rumah dan pada malam hari.

Peneliti entomologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Awit Suwito, menjelaskan fenomena tersebut dapat dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya adalah meningkatnya suhu lingkungan yang membuat siklus hidup nyamuk menjadi lebih cepat. Kondisi ini terutama terasa pada periode akhir kemarau hingga awal musim hujan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Saat sumber air di luar rumah mengering, nyamuk tidak serta-merta kehilangan tempat berkembang biak. Mereka justru dapat terkonsentrasi pada sumber air yang masih tersedia di sekitar permukiman. Bak mandi, ember, drum, tempat minum hewan, vas bunga, hingga wadah kecil yang menampung air dapat menjadi lokasi potensial perkembangbiakan, khususnya bagi Aedes aegypti.

Fenomena lainnya adalah kemampuan telur nyamuk bertahan dalam kondisi kering. Menurut penjelasan Awit, telur dapat tetap bertahan hingga kondisi lingkungan kembali mendukung. Ketika air kembali tersedia, telur dapat melanjutkan siklus hidupnya sehingga kemunculan nyamuk baru berpotensi terasa lebih serempak.

Cuaca panas juga membuat nyamuk dewasa mencari lokasi yang lebih teduh dan lembap. Rumah, kamar mandi, sudut gelap, bawah furnitur, hingga area dengan pakaian tergantung dapat menjadi tempat berlindung. Karena itu, keberadaan nyamuk di dalam rumah tidak selalu berarti tempat tersebut menjadi lokasi utama perkembangbiakan.

Masyarakat pun diminta tidak lengah selama kemarau. Gerakan 3M Plus tetap penting dilakukan dengan menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat penampungan air. Kasa pada ventilasi dan kelambu juga dapat digunakan sebagai perlindungan tambahan.

Dengan demikian, anggapan bahwa kemarau otomatis membuat jumlah nyamuk menurun tidak sepenuhnya tepat. Suhu, ketersediaan air, kondisi lingkungan, serta kebiasaan menyimpan air di rumah dapat membuat nyamuk tetap bertahan bahkan terasa semakin mengganggu.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.