Hilirisasi Logam Masuk Tahap Eksekusi, GIFA dan METEC Indonesia 2026 Bidik Kebutuhan Teknologi Industri

Press Conference GIFA dan METEC Indonesia 2026. (Foto: Radarjakarta.id/Ilham)
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Investasi dan peningkatan kapasitas industri logam Indonesia mulai mendorong kebutuhan baru di sektor manufaktur, terutama teknologi pemrosesan, otomasi, rekayasa, dan pengendalian mutu.

Perkembangan tersebut menjadi salah satu fokus GIFA dan METEC Indonesia 2026 yang akan mempertemukan produsen, pemasok teknologi, perusahaan rekayasa, hingga pelaku industri hilir.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Diselenggarakan Messe Düsseldorf Asia bersama PT Pamerindo Indonesia, bagian dari Informa Markets, GIFA dan METEC Indonesia 2026 akan berlangsung pada 9–12 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo). Edisi ketiga kedua pameran tersebut diperkirakan diikuti sekitar 260 perusahaan dan dikunjungi 6.000 profesional industri.

Pameran ini hadir ketika agenda hilirisasi Indonesia mulai bergeser dari pembangunan kapasitas menuju tahap operasional dan produksi bernilai tambah. Kondisi tersebut membuat kebutuhan industri tidak lagi terbatas pada pembangunan fasilitas produksi, tetapi juga mencakup teknologi untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, produktivitas, dan keterhubungan antara industri hulu dan hilir.

Managing Director Messe Düsseldorf Asia, Lars Wismer mengatakan, Indonesia tengah membangun struktur industri yang lebih terintegrasi dengan memanfaatkan sumber daya mineral domestik untuk menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

“Indonesia sedang bergerak dari model ekspor sumber daya menuju model industri yang lebih terintegrasi, yakni mengolah sumber daya mineral dalam negeri bernilai tambah lebih tinggi, sekaligus memperkuat basis manufakturnya,” ujar Wismer dalam Press Conference GIFA dan METEC Indonesia 2026, Rabu (19/8/2026).

Dalam penyelenggaraan tahun ini, GIFA Indonesia akan menampilkan teknologi pengecoran, termasuk peleburan, pembuatan cetakan dan coremaking, simulasi, otomasi, serta pengujian. METEC Indonesia akan berfokus pada teknologi metalurgi dan produksi logam, meliputi besi dan baja, logam non-ferrous, tungku, refractory, pengerolan, pembentukan, pengendalian proses, dan rekayasa pabrik.

Kombinasi kedua pameran tersebut ditujukan untuk mempertemukan kebutuhan industri di berbagai tahapan, mulai dari pengolahan bahan mentah hingga produksi komponen dan barang jadi.

Perkembangan investasi menjadi salah satu indikator meningkatnya kebutuhan tersebut. Pada semester I 2026, investasi pada subsektor logam dasar, barang logam, mesin, dan peralatan tercatat US$8,44 miliar atau 14,9 persen dari total investasi nasional.

Sementara itu, investasi hilirisasi bauksit pada kuartal II 2026 mencapai US$2,25 miliar, lebih tinggi dibandingkan investasi hilirisasi nikel sebesar US$1,65 miliar. Nilai investasi hilirisasi bauksit tersebut juga disebut meningkat 193 persen.

Peningkatan investasi dan kapasitas produksi kemudian menciptakan kebutuhan terhadap teknologi proses, keahlian teknis, infrastruktur, sistem mutu, serta kemampuan manufaktur untuk mengolah material menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.