Hilirisasi Logam Masuk Tahap Eksekusi, GIFA dan METEC Indonesia 2026 Bidik Kebutuhan Teknologi Industri

Press Conference GIFA dan METEC Indonesia 2026. (Foto: Radarjakarta.id/Ilham)
banner 468x60

Country General Manager Pamerindo Indonesia, Lia Indriasari menambahkan, pengembangan industri hilir membutuhkan dukungan teknologi sekaligus kemitraan dengan penyedia solusi yang memahami kebutuhan produksi di lapangan.

“Industrialisasi hilir Indonesia menciptakan kebutuhan baru akan teknologi, keahlian rekayasa, pengembangan keterampilan, dan kemitraan. Melalui pameran ini, kami menyediakan platform bagi industri Indonesia untuk berinteraksi dengan pemasok global dan mengidentifikasi solusi untuk kebutuhan produksi nasional yang berkembang,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Seiring semakin banyaknya produsen yang beralih dari tahap pembangunan fasilitas ke produksi operasional, kebutuhan terhadap simulasi pengecoran, pengendalian mutu digital, peralatan fabrikasi dan pemotongan presisi, material handling, serta otomasi diperkirakan meningkat.

Kondisi tersebut juga membuka peluang bagi produsen hilir dan original equipment manufacturer (OEM) untuk membangun hubungan pasokan serta standar mutu dengan mitra teknologi sejak tahap awal.

Peluang bisnis tersebut tercermin dari kehadiran perusahaan nasional dan internasional dalam GIFA dan METEC Indonesia 2026. Beberapa di antaranya Wilisindomas Indahmakmur, CITEC Engineering Indonesia, Wintherm Bara, Metallurgical Corporation of China, Ashapura International, BEDA Oxygentechnik Armaturen, MAGMA Engineering Asia Pacific, KALFRISA, serta Zobon (Lianyungang) Metal Technology.

Menurut Lia, keterlibatan berbagai perusahaan dari dalam dan luar negeri menunjukkan semakin besarnya kebutuhan industri Indonesia terhadap teknologi yang dapat mendukung produktivitas dan pengembangan rantai nilai.

“Dengan mendekatkan komunitas teknologi internasional yang relevan kepada industri Indonesia, kami bertujuan mendukung diskusi bisnis yang berbasis informasi mengenai produktivitas dan pengembangan rantai nilai,” ujar Lia.

Dengan demikian, GIFA dan METEC Indonesia 2026 tidak hanya menjadi ajang pamer teknologi pengecoran dan metalurgi, tetapi juga menjadi titik temu bagi kebutuhan industri yang sedang memasuki fase baru hilirisasi. Tantangannya kini adalah mengubah peningkatan investasi dan kapasitas produksi menjadi ekosistem manufaktur yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi di dalam negeri.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.