JAKARTA, Radarjakarta.id – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, penyanyi dan aktris Gisella Anastasia membagikan cara mendidik putrinya, Gempita Nora Marten (Gempi), agar tetap bijak menggunakan gadget dan media sosial. Bersama mantan suaminya, Gading Marten, Gisel juga menunjukkan bahwa perceraian bukan penghalang untuk tetap kompak membesarkan anak dengan mengedepankan komunikasi dan mengesampingkan ego.
Dalam berbagai wawancara yang dirangkum dari sedikitnya enam pemberitaan di Google News, Gisel mengakui bahwa menjadi orang tua di era digital jauh lebih menantang dibandingkan generasi sebelumnya. Menurutnya, pola asuh yang diterimanya dari orang tua tidak bisa diterapkan sepenuhnya kepada Gempi karena perkembangan teknologi terus berubah. Karena itu, ia memilih terus belajar, beradaptasi, dan mendampingi anaknya, bukan sekadar memberikan aturan yang kaku.
Alih-alih melarang Gempi bermain gadget, Gisel memilih membangun hubungan yang dilandasi rasa percaya (trust). Ia berusaha memahami dunia sang putri dengan mengikuti tren yang sedang digemari, mengenal idola Gempi, hingga rutin berdiskusi mengenai aktivitas di media sosial. Pendekatan tersebut membuat Gempi lebih terbuka untuk bercerita mengenai apa yang dialaminya di dunia digital, sehingga pengawasan dapat dilakukan secara alami tanpa kesan menggurui.
Gisel juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah melakukan kesalahan saat memperkenalkan gadget kepada Gempi, yakni menjadikan gawai sebagai pengalih perhatian ketika makan. Pengalaman itu menjadi pelajaran berharga baginya. Kini, ia lebih mengutamakan pendampingan, edukasi tentang batasan penggunaan teknologi, serta komunikasi sehari-hari agar anak memahami mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan di dunia digital.
Di sisi lain, hubungan harmonis Gisel dan Gading Marten sebagai orang tua turut menjadi perhatian publik. Meski telah berpisah, keduanya sepakat untuk mengesampingkan ego demi memastikan Gempi tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang. Mereka tetap kompak mendampingi berbagai aktivitas sang putri sehingga Gempi tidak merasakan dampak negatif dari perceraian kedua orang tuanya.
Bagi Gisel, kunci utama menghadapi tantangan parenting di era digital bukanlah melarang anak mengenal teknologi, melainkan membangun komunikasi yang terbuka, kepercayaan yang kuat, serta kehadiran orang tua dalam setiap proses tumbuh kembang anak. Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan keseimbangan antara kebebasan anak bereksplorasi dan pengawasan yang sehat, sehingga Gempi dapat memanfaatkan teknologi secara positif tanpa kehilangan kedekatan dengan keluarganya. ***











