SITUBONDO, Radarjakarta.id – Sebanyak 1.151 peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP/KNMP) Tahun 2026 resmi dinyatakan lulus. Penutupan diklat tersebut digelar di Bumi Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya, Asembagus, Situbondo, Jumat (31/7/2026).
Upacara penutupan menjadi penanda berakhirnya rangkaian pendidikan dan pelatihan yang telah diikuti para peserta selama beberapa waktu terakhir. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Komandan Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya Letkol Inf Billy Adriadi Pradita Iskandar, Wakil Komandan Rindam V/Brawijaya Kolonel Inf Fendri Navyanto Raminta, serta sejumlah tamu undangan.
Para lulusan dipersiapkan untuk terjun langsung ke desa dan kelurahan di seluruh Indonesia guna mendampingi pengembangan Koperasi Merah Putih sebagai upaya memperkuat perekonomian masyarakat.
Wakil Komandan Rindam V/Brawijaya, Kolonel Inf Fendri Navyanto Raminta mengatakan, seluruh peserta yang mengikuti pendidikan di Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya Asembagus berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan dengan baik.
“Secara nasional siswa ada 1.151 orang. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan lancar tanpa kendala,” ujarnya usai memimpin upacara penutupan.
Selama mengikuti diklat, para peserta memperoleh berbagai materi, mulai dari tata kelola koperasi modern, digitalisasi keuangan, hingga strategi pendampingan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pembekalan tersebut diberikan agar para lulusan memiliki kompetensi sebagai pendamping koperasi yang profesional di daerah masing-masing.
Menurutnya, lulusan SPPI KDKMP/KNMP diharapkan mampu menjadi motor penggerak Koperasi Merah Putih sehingga koperasi dapat berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Target kami, para lulusan ini siap menjadi motor penggerak agar Koperasi Merah Putih benar-benar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri dan profesional, sesuai amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan,” jelasnya.
Usai penutupan, seluruh peserta akan langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pendampingan aktif di desa dan kelurahan. Mereka bertugas memetakan potensi ekonomi wilayah, membantu pengembangan unit usaha koperasi, serta memastikan tata kelola administrasi dan keuangan berjalan secara transparan dan akuntabel.
Selain itu, kinerja para lulusan akan dipantau melalui mekanisme monitoring dan evaluasi secara berkala guna memastikan program berjalan sesuai target.
Kolonel Inf Fendri menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih tidak hanya menjadi program administratif semata, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis gotong royong.
Keberadaan koperasi juga diharapkan dapat memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM, mengurangi praktik rentenir, serta mendorong terciptanya kemandirian ekonomi keluarga di desa dan kelurahan.
“Harapan besar kami, Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih ini tidak hanya sekadar papan nama, tetapi benar-benar menjadi sokoguru perekonomian yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.











