“Transmigrasi hari ini tidak boleh lagi hanya sekadar memindahkan penduduk. Transmigrasi harus mampu meningkatkan kesejahteraan, bukan hanya bagi para transmigran, tetapi juga masyarakat lokal di sekitarnya,” ujar Iftitah saat berdialog dengan masyarakat, pemerintah daerah, dan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) di Kantor Kepala Kampung Prafi, Kawasan Transmigrasi Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Iftitah, keberhasilan program transmigrasi harus diukur dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Salah satunya melalui peningkatan pendapatan, pengembangan usaha, peningkatan nilai jual komoditas lokal, hingga terbukanya peluang ekonomi baru.
Ia menilai pembangunan kawasan transmigrasi harus berangkat dari persoalan dan potensi yang benar-benar dimiliki masyarakat. Karena itu, pemerintah bersama perguruan tinggi didorong membantu warga mengidentifikasi potensi ekonomi, meningkatkan kualitas produk, serta membuka akses terhadap pasar.
Dengan pendekatan tersebut, hasil pertanian dan berbagai komoditas lokal diharapkan tidak lagi hanya dijual sebagai bahan mentah. Produk-produk tersebut perlu diolah sehingga memiliki nilai tambah dan mampu memberikan penghasilan lebih besar bagi masyarakat.
Dalam kunjungannya ke Kawasan Transmigrasi Prafi, Iftitah memberikan apresiasi kepada Tim Ekspedisi Patriot yang selama sekitar satu bulan telah mendampingi masyarakat sekaligus mengembangkan berbagai potensi ekonomi di kawasan tersebut.
Ia meminta TEP tidak berhenti pada kajian akademik, tetapi menghasilkan rekomendasi konkret mengenai produk unggulan yang memiliki peluang untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
“Temukan produk unggulan yang benar-benar dapat dikembangkan. Jangan hanya melihat apa yang bisa dibuat, tetapi juga siapa yang akan membeli dan bagaimana produk tersebut dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, pemetaan potensi dan pendampingan yang dilakukan TEP harus dapat menjadi dasar pengembangan usaha masyarakat dalam skala yang lebih besar.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan selama masa pendampingan, tetapi juga memiliki usaha yang dapat terus berjalan dan berkembang setelah pendampingan berakhir.
“Transmigrasi hari ini bukan hanya perpindahan penduduk, tetapi juga harus mampu memindahkan masyarakat dari kemiskinan menuju kesejahteraan,” tegasnya.
Mentrans Iftitah juga menekankan pentingnya mempertemukan kebijakan pembangunan nasional dengan kebutuhan serta potensi masyarakat di tingkat lokal.
Dalam konteks tersebut, keberadaan Tim Ekspedisi Patriot dinilai penting sebagai penghubung antara program pemerintah, pengetahuan perguruan tinggi, dan aspirasi masyarakat.
“Kepentingan nasional yang bergerak dari atas harus bertemu dengan kebutuhan masyarakat yang bergerak dari bawah. Para anggota Tim Ekspedisi Patriot hadir untuk menjembatani keduanya,” ujarnya.
Melalui pengembangan produk unggulan, penguatan kapasitas usaha, serta perluasan akses pasar, Kementerian Transmigrasi mendorong Kawasan Transmigrasi Prafi tumbuh menjadi pusat ekonomi baru.
Kawasan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal dan transmigran, sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan paradigma baru ini, transmigrasi tidak lagi semata-mata berbicara mengenai perpindahan dan penyediaan tempat tinggal. Lebih jauh, program tersebut diarahkan untuk menghadirkan penghasilan yang lebih baik, usaha yang berkelanjutan, dan jalan nyata menuju kesejahteraan masyarakat.











