JAKARTA, Radarjakarta.id – Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, mengapresiasi keberhasilan warga RW 08 Kelurahan Paseban, Kecamatan Senen, dalam mengembangkan program urban farming yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya anak-anak. Apresiasi tersebut disampaikan saat meninjau sekaligus mengikuti panen hasil pertanian perkotaan di kawasan tersebut, Jumat (31/7/2026).
Dalam kegiatan itu, Arifin didampingi Asisten Pemerintahan Prasetyo Kurniawan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Suprayogi, Kepala Suku Badan Pengelola Aset Administrasi Jakarta Pusat Saiful Rifai, Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat Mila Ananda, Lurah Paseban Citra, Camat Senen Ilyan Adi Bayu, serta jajaran pengurus RW 08 dan unsur terkait lainnya.
Arifin menyampaikan apresiasi kepada pengurus RW, RT, PKK, Dasawisma, serta seluruh warga yang telah berkolaborasi mengubah lahan menjadi kawasan produktif. Menurutnya, hasil panen berupa cabai, pakcoy, dan berbagai tanaman lainnya membuktikan bahwa pemanfaatan lahan perkotaan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Hari ini kita melihat hasil panen ketahanan pangan, mulai dari cabai, pakcoy, hingga berbagai tanaman lainnya. Lahan ini dimanfaatkan dengan baik untuk urban farming dan hasilnya bisa dinikmati bersama oleh warga,” ujar Arifin.
Ia menambahkan, keberadaan kebun urban farming tidak hanya bernilai ekonomis dan memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi anak-anak untuk mengenal proses bercocok tanam, termasuk teknik budidaya tanpa menggunakan media tanah.
Selain meninjau area pertanian perkotaan, Arifin bersama Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat melakukan penanaman pohon buah dan tanaman hias sebagai bagian dari upaya penghijauan sekaligus pengamanan aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya, kawasan tersebut akan terus ditata melalui penyesuaian pagar aset agar ruang terbuka hijau semakin luas dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Arifin juga menyoroti hasil penataan kawasan di Kelurahan Paseban. Ia mengungkapkan, sekitar 61 bangunan di bantaran kali sebelumnya telah dibongkar secara sukarela melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, Kecamatan Senen, Kelurahan Paseban, pengurus RW, dan warga. Penataan tersebut menjadi langkah awal menciptakan lingkungan yang lebih tertib, bersih, dan nyaman.
“Hidup di lingkungan yang rapi, tertib, dan nyaman tentu menjadi harapan semua orang. Karena itu setelah penataan, kawasan ini harus terus dijaga kebersihannya,” katanya.
Ke depan, lahan yang telah ditertibkan akan diarahkan menjadi ruang hijau produktif melalui penanaman pohon buah, tanaman peneduh, serta pengembangan kawasan hijau yang memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
“Jakarta membutuhkan oksigen yang cukup. Ruang terbuka hijau harus terus kita tambah meski lahannya terbatas, khususnya di Jakarta Pusat. Setiap ruang yang tersedia harus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” pungkas Arifin.***











