NOC Indonesia Gandeng Putera Sampoerna Foundation, Perluas Akses Pendidikan bagi Student-Athlete

Foto: Istimewa
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF) untuk memperluas akses pendidikan internasional bagi student-athlete Indonesia.

Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem pembinaan atlet yang tak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga pendidikan dan pengembangan karakter.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, NOC Indonesia dan PSF menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang disertai penyerahan beasiswa secara simbolis. Inisiatif ini diharapkan melahirkan generasi student-athlete Indonesia yang mampu berprestasi di tingkat dunia, baik di arena olahraga maupun akademik.

Melalui kemitraan ini, PSF menghadirkan berbagai program pendidikan internasional melalui Sampoerna Academy dan Sampoerna University. Program tersebut mencakup persiapan IELTS, English for Academic Purposes (EAP), General Education Development (GED), Individual Learning Plan, pendampingan akademik, hingga peluang beasiswa bagi atlet di bawah naungan NOC Indonesia.

Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari menegaskan bahwa pembinaan atlet harus mampu mempersiapkan masa depan mereka, baik saat masih aktif bertanding maupun setelah pensiun dari dunia olahraga.

“Atlet Indonesia harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, baik sebagai juara di arena olahraga maupun sebagai individu yang siap menghadapi masa depan. Pendidikan adalah fondasi penting untuk membentuk atlet yang tangguh, adaptif, dan mampu bersaing secara global. Kolaborasi ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan atlet Indonesia,” ujar Okto.

Senior Director PSF, Elan Merdy, menyatakan pihaknya berkomitmen menghadirkan pendidikan berkualitas yang dapat diakses lebih luas oleh para atlet Indonesia.

“Kami ingin memastikan para student-athlete memperoleh kesempatan belajar yang diakui secara global tanpa harus mengorbankan perjalanan mereka sebagai atlet. Melalui pendampingan akademik, pengembangan kapasitas, hingga peluang beasiswa, kami berharap mereka dapat berkembang secara utuh dan siap menjadi pemimpin di masa depan,” kata Elan.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Olympian Indonesia sekaligus Direktur Tim Indonesia, Richard Sam Bera. Alumni jalur NCAA di Arizona State University tersebut menilai pendidikan menjadi faktor penting dalam membentuk karakter sekaligus membuka peluang karier setelah pensiun sebagai atlet.

“Saya merasakan langsung bagaimana sistem pendidikan dan olahraga dapat berjalan beriringan. Pengalaman sebagai student-athlete membentuk cara berpikir, kedisiplinan, serta membuka banyak peluang setelah tidak lagi menjadi atlet. Saya berharap semakin banyak atlet Indonesia mendapat kesempatan yang sama,” ujarnya.

Senada dengan itu, Olympian sekaligus Komite Eksekutif NOC Indonesia, Krisna Bayu, menilai kolaborasi ini menjawab kebutuhan banyak keluarga atlet yang ingin anak-anak mereka tetap memperoleh pendidikan berkualitas tanpa harus mengorbankan karier olahraga.

“Sebagai orang tua, kami ingin anak-anak bisa mengejar mimpi sebagai atlet tanpa harus mengorbankan pendidikannya. Program seperti ini memberikan rasa tenang bagi keluarga karena atlet memiliki kepastian bahwa masa depan akademiknya tetap terjaga seiring perjalanan menuju prestasi,” tutup Bayu.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.