MALANG,Radarjakarta.id – Ribuan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) se-Jawa Timur memadati Lapangan Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Jumat, 17 Juli 2026. Mereka mengikuti pelantikan pengurus DPD dan DPC HKTI yang dipimpin langsung oleh
Ketua Umum HKTI sekaligus Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono.
Selain melantik pengurus, Sudaryono bersama rombongan meninjau stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hasil pertanian lokal. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit jagung menggunakan alat tanam modern sebagai bagian dari upaya mendorong modernisasi sektor pertanian.
Pelantikan dihadiri ribuan pengurus HKTI dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Turut hadir Ketua HKTI Jawa Timur H. Arum Sabil serta sejumlah pejabat pemerintah.
Dalam kesempatan itu, Sudaryono mengajak seluruh jajaran HKTI untuk mengambil peran aktif dalam menyukseskan program pemerintah di bidang pertanian, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Ia juga memberikan nomor WhatsApp pribadinya kepada para petani dan peternak sebagai jalur komunikasi langsung dengan Kementerian Pertanian. Menurut Sudaryono, langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan, mulai dari kebutuhan sarana produksi hingga kendala kebijakan.
Meski membuka akses komunikasi secara langsung, Sudaryono menegaskan seluruh penyaluran bantuan pertanian tetap harus mengikuti mekanisme yang berlaku. Bantuan alat dan sarana produksi, kata dia, disalurkan melalui kelompok tani, bukan kepada individu, agar pemanfaatannya lebih tepat sasaran.
Salah satu peserta pelantikan, Ketua DPC HKTI Kabupaten Probolinggo Agus Salehuddin, hadir bersama jajaran pengurus daerahnya. Menurut Agus, pelantikan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran HKTI dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor pertanian.
“Hasil pelantikan hari ini menegaskan bahwa HKTI harus berkiprah dalam mendukung program pemerintah, terutama mewujudkan ketahanan pangan. Ke depan, HKTI Kabupaten Probolinggo harus berkolaborasi dengan kelompok tani di daerah,” ujar Agus.
Ia mengatakan setiap kepengurusan HKTI di tingkat daerah juga diharapkan memiliki kelompok tani binaan yang tersebar hingga tingkat kecamatan. Dengan pola tersebut, program pembinaan, pendampingan, dan pemberdayaan petani diharapkan dapat berjalan lebih efektif.
HKTI merupakan organisasi kemasyarakatan berskala nasional yang bergerak di bidang agrikultur dan pemberdayaan masyarakat pedesaan. Organisasi ini menjadi wadah bagi petani dan pelaku agribisnis dalam meningkatkan kesejahteraan, pendapatan, serta harkat dan martabat insan tani.(Gus)










