Kisah Marrendra Eka, Kiper Asal Banyuwangi yang Sukses Bawa Pasuruan United Juara Nasional

banner 468x60

BANYUWANGI,Radarjakarta.id –Nama Marrendra Eka Budi Ardhitya kini tengah menjadi perbincangan hangat di kancah sepak bola daerah dan nasional. Penjaga gawang muda berbakat kelahiran 14 Maret 2003 ini sukses menorehkan prestasi gemilang setelah berhasil membawa klubnya, Pasuruan United, merengkuh gelar juara Piala Presiden Liga 4 Nasional.

​Keberhasilan ini tidak hanya melambungkan nama klub yang dibelanya, tetapi juga membawa harum tanah kelahirannya, Banyuwangi, di panggung sepak bola nasional.

​Perjalanan karier sepak bola Marrendra dimulai dari level akar rumput. Pemuda berpostur 178 cm ini mengawali langkahnya dengan menimba ilmu di Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Arsuma Sukomaju, Kecamatan Srono. Bakat besarnya di bawah mistar gawang mulai tercium saat ia memulai karier profesional bersama Persewangi Banyuwangi, di mana ia sukses membawa Laskar Blambangan meraih posisi Juara 4 Liga 3 Regional Jawa Timur.

​Haus akan pengalaman, Marrendra mengambil langkah berani dengan merantau ke Pulau Sumatra untuk bergabung dengan klub KS 3 Naga yang saat itu diasuh oleh mantan penyerang Timnas Indonesia, Saktiawan Sinaga.

​Kariernya terus diuji lewat kompetisi di berbagai wilayah. Ia sempat kembali ke Banyuwangi untuk memperkuat Banyuwangi Putra, sebelum akhirnya kembali menyeberang ke Sumatra bersama KMP Bumara. Pengalaman bertandingnya kian matang setelah sempat membela Mitra Surabaya, hingga akhirnya kembali lagi memperkuat Persewangi.

​Puncak performa Marrendra terjadi saat ia memutuskan berlabuh ke Pasuruan United. Di bawah asuhan pelatih legendaris, Bio Paulin, kemampuan membaca permainan dan refleks Marrendra berkembang pesat.

​Kombinasi disiplin ketat dari Bio Paulin dan ketangguhan Marrendra di bawah mistar gawang menjadi kunci sukses Pasuruan United dalam mengarungi kompetisi ketat hingga akhirnya keluar sebagai kampiun di ajang Piala Presiden Liga 4 Nasional.

​Kendati telah mencicipi gelar juara di tingkat nasional dan menjadi idola baru, performa apik tersebut tidak membuat Marrendra tinggi hati. Di mata rekan setim dan masyarakat, ia dikenal sebagai sosok yang sangat rendah hati (humble) dan tetap membumi.

​Sikap sopan dan etos kerja kerasnya di dalam maupun di luar lapangan membuat masyarakat Banyuwangi menaruh harapan besar pada pundaknya. Publik sepak bola Bumi Blambangan berharap Marrendra tidak cepat puas dan bisa terus berkembang demi menembus kasta sepak bola profesional yang lebih tinggi, bahkan hingga level tertinggi Liga Indonesia. (her)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.