Jalan Assirot Ambles, Kabel Tegangan Tinggi Jadi Sorotan

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Amblesnya Jalan Assirot di kawasan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mengungkap kompleksitas infrastruktur bawah tanah ibu kota. Selain dipicu saluran air yang keropos, keberadaan kabel listrik tegangan tinggi dan jaringan utilitas lain di bawah badan jalan menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan. Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat melalui Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Suku Dinas Bina Marga bergerak cepat melakukan perbaikan dengan berkoordinasi bersama pemilik utilitas agar pekerjaan berlangsung aman dan tidak mengganggu pasokan layanan.

Lokasi ambles berada di ruas Jalan Assirot yang menjadi akses penting penghubung wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan struktur saluran drainase di bawah jalan mengalami kerusakan dan keropos sehingga tidak lagi mampu menopang beban lalu lintas. Kondisi tersebut diperparah dengan keberadaan sejumlah jalur utilitas bawah tanah yang membuat proses penggalian dan perbaikan harus dilakukan secara hati-hati untuk menghindari risiko terhadap jaringan listrik tegangan tinggi maupun utilitas lainnya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Suku Dinas SDA bersama Suku Dinas Bina Marga mulai melakukan pembongkaran bagian jalan yang terdampak, mengganti saluran yang rusak, memperkuat struktur tanah, serta menata kembali konstruksi badan jalan. Seluruh tahapan dikerjakan dengan melibatkan instansi terkait dan operator utilitas guna memastikan keamanan pekerja serta menjaga keandalan jaringan listrik selama proses berlangsung. Pengaturan lalu lintas juga diterapkan untuk meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa modernisasi infrastruktur perkotaan memerlukan pengelolaan utilitas bawah tanah yang terintegrasi. Sejumlah kota di Indonesia maupun berbagai negara telah mengembangkan sistem ducting atau koridor utilitas terpadu sehingga kabel listrik, telekomunikasi, pipa air, dan jaringan lainnya dapat dipelihara tanpa harus berulang kali membongkar badan jalan. Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan keselamatan, mempercepat perawatan, sekaligus mengurangi potensi kerusakan jalan akibat pekerjaan utilitas.

Sejumlah media lokal dan nasional, termasuk Kompas.com, Detik, Antara, Tempo, CNN Indonesia, Liputan6, Tribunnews, dan BeritaJakarta, turut menyoroti penanganan jalan ambles ini dari berbagai sudut pandang, mulai dari penyebab teknis, dampak terhadap lalu lintas, hingga pentingnya koordinasi antarinstansi. Perhatian luas tersebut menunjukkan bahwa persoalan utilitas bawah tanah kini menjadi isu strategis dalam pembangunan kota modern yang menuntut perencanaan terpadu dan pemeliharaan berkelanjutan.

Perbaikan ditargetkan selesai secepat mungkin setelah struktur saluran diperkuat dan kondisi tanah dinyatakan stabil. Pemerintah mengimbau masyarakat mematuhi rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi serta mendukung proses perbaikan agar akses Jalan Assirot dapat kembali berfungsi normal dengan tingkat keamanan yang lebih baik.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.