Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN, Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN, Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional
Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN, Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional
banner 468x60

JAKARTA, RadarJakarta.id – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo bersama sejumlah perusahaan logistik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi memulai langkah strategis pembentukan ekosistem logistik nasional yang lebih terintegrasi melalui penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan Konsolidasi Logistik BUMN di Pos Bloc Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Konsolidasi yang melibatkan anak usaha Pelindo, PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL), ini merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah melalui BPI Danantara dalam mempercepat transformasi sektor logistik nasional guna meningkatkan efisiensi, konektivitas, serta daya saing Indonesia.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Senior Director Corporate Strategy PT Danantara Aset Manajemen, Aurelius Altius Rosimin, mengatakan konsolidasi logistik BUMN merupakan implementasi arahan strategis Presiden Prabowo Subianto untuk membangun BUMN yang lebih fokus, sehat, efisien, dan kompetitif.

“Melalui konsolidasi kapabilitas, aset, dan jaringan perusahaan, hasil penggabungan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi, meningkatkan kualitas layanan, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara,” ujar Aurelius.

Pada tahap awal, struktur kepemilikan perusahaan hasil konsolidasi terdiri atas 74,47 persen Pelindo Group, 9,24 persen PT Pos Indonesia (Persero), 9,37 persen PT Krakatau Bandar Samudera, dan 6,92 persen entitas lainnya.

Sebagai pemegang saham mayoritas, Pelindo akan mengawal proses integrasi hingga terbentuknya holding logistik nasional sesuai roadmap yang telah ditetapkan.

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menegaskan bahwa konsolidasi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat daya saing logistik nasional melalui sinergi antar-BUMN.

“Kami menyambut baik proses konsolidasi ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem logistik nasional yang lebih terintegrasi. Melalui kolaborasi yang semakin erat antar-BUMN, kami optimistis konektivitas rantai pasok nasional akan semakin kuat, biaya logistik dapat ditekan, serta layanan kepada pelanggan menjadi lebih efektif dan kompetitif,” katanya.

Achmad memastikan Pelindo akan terus mengawal proses transisi agar berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat optimal bagi perekonomian nasional.

“Kami akan terus mendukung proses integrasi ini, termasuk melalui penguatan sinergi layanan kepelabuhanan dan logistik. Konsolidasi ini menjadi fondasi penting dalam membangun sistem logistik nasional yang lebih efisien, terintegrasi, dan berdaya saing,” tambahnya.

Fondasi Holding Logistik Nasional

Sebagai bagian dari konsolidasi, tujuh entitas logistik BUMN akan bergabung dalam satu perusahaan sebagai fondasi pembentukan Holding Logistik Nasional.

Ketujuh perusahaan tersebut meliputi PT Multi Terminal Indonesia (MTI) dan PT Prima Indonesia Logistik (PIL) dari Pelindo Group, PT Pos Logistik Indonesia (Poslog), PT Sarana Bandar Logistik (SBL), PT KBN Prima Logistik (KPL), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), serta PT Krakatau Jasa Logistik (KJL).

Dalam proses tersebut, PT Multi Terminal Indonesia (MTI) ditetapkan sebagai surviving entity atau perusahaan penerima penggabungan.

Sebagai bagian dari Pelindo Group sekaligus pemegang saham MTI, PT Pelindo Sinergi Lokaseva menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi konsolidasi tersebut.

Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Faruq Hidayat, mengatakan konsolidasi menjadi momentum strategis untuk memperkuat layanan logistik terintegrasi dari kawasan pelabuhan hingga wilayah hinterland.

“Langkah konsolidasi ini membawa harapan besar bagi dunia logistik Indonesia, termasuk bagi PSL. Kami siap memperkuat sinergi layanan logistik melalui konektivitas yang semakin terintegrasi, mulai dari pelabuhan hingga kawasan hinterland. Dengan kolaborasi antarentitas BUMN, kami optimistis dapat menghadirkan solusi logistik yang lebih efisien dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan,” ujar Faruq.

Melalui integrasi tersebut, jaringan distribusi nasional diharapkan semakin efisien dengan dukungan optimalisasi aset, peningkatan efektivitas operasional, serta sinergi layanan logistik dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Selain mampu menekan biaya logistik nasional, konsolidasi juga diyakini akan meningkatkan daya saing dunia usaha, memperkuat rantai pasok nasional, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

Dengan sinergi yang semakin kuat antarentitas BUMN, pemerintah berharap terbentuk sistem logistik nasional yang modern, efisien, terintegrasi, dan mampu bersaing di tingkat regional maupun global.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.