Satu-satunya Pendatang dalam Daftar Tokoh Berpengaruh Lumajang, Siapa Kombes Pol. Arsal Sahban

banner 468x60

LUMAJANG, RadarJakarta.id – Komunitas sejarah dan budaya independen Juru Lamadjang merilis daftar tokoh paling berpengaruh di Kabupaten Lumajang lintas zaman. Riset opini tersebut menelusuri sosok-sosok yang dinilai meninggalkan jejak nyata bagi masyarakat, mulai dari era klasik abad ke-13 hingga masa reformasi.

Dari puluhan nama yang masuk dalam daftar, terdapat satu sosok yang menarik perhatian pada kategori Era Reformasi hingga Sekarang, yakni Kombes Pol. Dr. Muhammad Arsal Sahban, S.H., S.I.K., M.H., M.M., mantan Kapolres Lumajang periode 2018–2019.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Yang membuat namanya berbeda, Arsal Sahban menjadi satu-satunya tokoh dalam daftar yang bukan putra asli Lumajang. Perwira Polri yang berasal dari Kalosi, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, itu dinilai berhasil meninggalkan pengaruh yang kuat selama bertugas di Kabupaten Lumajang.

Riset Berbasis Jejak Pengabdian

Juru Lamadjang merupakan komunitas sejarah dan budaya yang berdiri sekitar tahun 2023. Nama “Lamadjang” diambil dari nama kuno Kabupaten Lumajang yang tercatat dalam berbagai prasasti dan naskah sejarah.

Komunitas ini aktif menggelar berbagai kegiatan edukasi, seperti Jagongan Sejarah, Lamadjang Walking Tour, pameran arsip dan fotografi kuno, hingga edukasi digital melalui media sosial.

Riset tokoh berpengaruh tersebut disusun oleh M. Zainul M., Fahmi K., Agil Z., dan Perdana Anugrah bekerja sama dengan Untuk Bangsa Foundation.

Menurut tim peneliti, penetapan tokoh tidak didasarkan semata pada jabatan yang pernah diemban, melainkan melalui lima indikator penilaian, yaitu rekam jejak pengabdian, kredibilitas, jaringan sosial, kemampuan memengaruhi opini publik, serta dampak nyata yang masih dirasakan masyarakat.

Selain melakukan kajian dokumen, tim juga turun langsung ke sejumlah wilayah di Lumajang untuk menggali persepsi masyarakat.

Perdana Anugrah mengatakan nama Arsal Sahban muncul secara spontan dalam berbagai diskusi dengan warga, khususnya saat membahas kondisi keamanan.

“Kami mencoba menggunakan ukuran penilaian yang seobjektif mungkin. Ketika berdiskusi langsung dengan masyarakat, nama Bapak Arsal Sahban muncul begitu saja, terutama saat pembicaraan menyentuh soal keamanan,” ujarnya.

Menurutnya, banyak warga masih mengingat masa kepemimpinan Arsal karena merasa lebih aman dan terlindungi.

“Bukan semata karena jabatan yang pernah beliau emban, tetapi karena dampak yang ditinggalkan dan masih dirasakan masyarakat hingga hari ini.”

Kepemimpinan 13 Bulan yang Masih Dikenang

Arsal Sahban menjabat sebagai Kapolres Lumajang selama sekitar 13 bulan, dari November 2018 hingga Desember 2019.

Dalam masa kepemimpinannya, ia dikenal melalui berbagai langkah penegakan hukum terhadap begal, pencurian ternak, hingga aktivitas tambang pasir ilegal. Salah satu inovasinya adalah pembentukan Tim Cobra, satuan tugas khusus yang bergerak cepat menangani berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Langkah tersebut dinilai berhasil menurunkan rasa takut masyarakat terhadap kejahatan (fear of crime).

Sebelum itu, Lumajang kerap mendapat stigma sebagai daerah rawan begal. Warga juga dihantui maraknya pencurian ternak yang hampir setiap malam terjadi di sejumlah wilayah.

Data BPS Perkuat Penilaian

Penilaian masyarakat tersebut dinilai sejalan dengan data resmi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lumajang, angka tindak pidana pada tahun 2019 tercatat sebanyak 312 kasus, menjadi yang terendah dalam rentang data 2016–2024.

Rinciannya sebagai berikut:

* 2016: 501 kasus

* 2017: 549 kasus

* 2018: 676 kasus

* 2019: 312 kasus

* 2020: 356 kasus

* 2021: 589 kasus

* 2022: 1.378 kasus

* 2023: 1.402 kasus

* 2024: 1.194 kasus

 

Dibandingkan tahun 2018, angka kriminalitas pada 2019 turun hampir 54 persen. Setelah Arsal Sahban meninggalkan Lumajang, jumlah tindak pidana kembali meningkat, bahkan pada 2022 hingga 2024 mencapai lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun 2019.

Respons Warganet

Unggahan daftar tokoh berpengaruh di akun Instagram Juru Lamadjang juga mendapat respons positif dari masyarakat.

Beberapa warganet menyampaikan apresiasi terhadap sosok Arsal Sahban. Di antaranya akun @rozyeee_ yang menulis, “@arsalsahban panutan.” Sementara akun @denny_andirunisa berkomentar, “Pak Arsal kangenn.” Akun @mochasoleh juga menyebut Arsal sebagai salah satu tokoh Lumajang.

Menanggapi hal tersebut, Arsal Sahban menyampaikan rasa syukur.

“Terima kasih. Kami masih diingat oleh warga Lumajang.”

Arsal: Lumajang Selalu di Hati

Menanggapi namanya masuk dalam daftar tokoh berpengaruh, Arsal mengaku merasa terhormat.

“Saya merasa sangat terhormat bisa dianggap sebagai bagian dari tokoh yang berpengaruh di Kabupaten Lumajang. Ini menjadi pengingat bahwa apa yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh, betapapun singkatnya, dapat meninggalkan kesan yang melampaui waktu. Lumajang akan selalu memiliki tempat tersendiri di hati saya,” ujarnya.

Saat ini Arsal Sahban menjabat sebagai Kasubdit II Perbankan Direktorat Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri.

Ia juga masuk dalam tiga besar kandidat Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Berintegritas.

Tokoh Berpengaruh Era Reformasi

Dalam risetnya, Juru Lamadjang membagi tokoh berpengaruh Lumajang ke dalam lima periode sejarah, yaitu Era Klasik, Era VOC dan Kolonial, Era Kemerdekaan hingga Orde Lama, Era Orde Baru, serta Era Reformasi hingga sekarang.

Untuk kategori Era Reformasi, nama-nama yang masuk dalam daftar antara lain:

1. A. Fauzi

2. Sjahrazad Masdar

3. Thoriqul Haq

4. Indah Amperawati

5. Agus Yudha Wicaksono

6. Umar Bashor

7. H. Rofik

8. Anang Ahmad

9. **Arsal Sahban**

10. Kaji Sing

11. Setiadi L. Halim

12. Dandhy D. Laksono

13. Habib Alwi Almuhdor

14. Wira Dharma

Masuknya nama Arsal Sahban menunjukkan bahwa pengaruh seorang tokoh tidak selalu ditentukan oleh asal-usul daerah ataupun lamanya masa jabatan. Dalam konteks Lumajang, jejak pengabdian dan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat menjadi faktor utama yang membuat namanya tetap dikenang hingga kini. |Bagus Wirawiri*

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.