Jakarta Barat, RadarJakarta.id – Kantor Pertanahan (BPN) Jakarta Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan layanan pertanahan kepada masyarakat melalui kegiatan Peta Konseling Pertanahan yang digelar di Kecamatan Cengkareng, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini menjadi pelaksanaan terakhir untuk wilayah Cengkareng dan mendapat sambutan antusias dari warga yang memanfaatkan berbagai layanan konsultasi pertanahan secara langsung.
Kegiatan konseling ini merupakan bagian dari upaya BPN Jakarta Barat untuk memberikan kemudahan dalam pengurusan administrasi pertanahan tanpa harus datang langsung ke kantor pertanahan.
Salah satu layanan yang banyak dikonsultasikan warga adalah penyesuaian data sertifikat terkait merger perbankan, seperti perubahan dari Bank Mandiri ke Bank Syariah Mandiri dan selanjutnya menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI). Selain itu, pengurusan roya dan peningkatan hak dari Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM) juga menjadi layanan yang paling diminati.
Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan Kantor Pertanahan Jakarta Barat, sekaligus Koordinator kegiatan, Dedi Rahmat, mengungkapkan bahwa warga Cengkareng menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi terhadap program jemput bola yang dilaksanakan BPN Jakarta Barat tersebut.
“Dari 15 warga yang hadir untuk berkonsultasi hari ini, terdapat dua pemohon peningkatan hak rumah tinggal di bawah 600 meter persegi dan pengajuan roya, Antusiasme masyarakat Cengkareng sangat baik karena mereka merasakan langsung kemudahan layanan yang kami hadirkan,” ujar Dedi.
Menurutnya, proses peningkatan hak dari SHGB menjadi SHM kini dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar satu minggu, selama seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi oleh pemohon.
“Pengurusan peningkatan hak dari SHGB ke SHM saat ini bisa selesai hanya dalam waktu satu minggu,” tambahnya.
Kecepatan pelayanan tersebut dirasakan langsung oleh Ardianto, warga Kelurahan Kapuk. Ia mengaku terkejut sekaligus puas karena sertifikat miliknya dapat selesai hanya dalam waktu satu minggu sejak pengajuan dilakukan.
“Saya mendaftar minggu lalu, dan sekarang sertifikatnya sudah selesai. Pelayanannya bagus, cepat sekali, tidak ribet. Baru satu minggu daftar sudah jadi. Terima kasih kepada BPN Jakarta Barat,” kata Ardianto usai menerima sertifikat rumahnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan Rosmiati, warga Taman Surya, yang sedang mengurus peningkatan hak dari SHGB menjadi SHM. Menurutnya, kehadiran layanan konseling pertanahan di wilayah kecamatan sangat membantu masyarakat karena lebih dekat, efisien, dan menghemat waktu.
“Kalau harus ke kantor BPN tentu cukup jauh bagi saya. Dengan adanya layanan di wilayah sendiri, waktu dan tenaga jadi lebih hemat. Ini sangat membantu masyarakat. Harapan saya kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan seminggu sekali, tetapi bisa dua atau tiga kali dalam seminggu agar manfaatnya lebih dirasakan warga,” ungkap Rosmiati.
Program Peta Konseling Pertanahan yang digelar BPN Jakarta Barat ini menjadi salah satu bentuk inovasi pelayanan publik yang mendapat respons positif dari masyarakat. Selain memberikan edukasi dan konsultasi langsung, kegiatan ini juga mempercepat penyelesaian berbagai urusan pertanahan yang selama ini dianggap rumit oleh sebagian warga.
Usai menyelesaikan rangkaian kegiatan di Kecamatan Cengkareng, tim BPN Jakarta Barat akan melanjutkan program konseling pertanahan ke wilayah Kecamatan Grogol Petamburan. Langkah ini diharapkan semakin memperluas akses masyarakat terhadap layanan pertanahan yang cepat, mudah, transparan, dan profesional.
Melalui program pelayanan jemput bola tersebut, BPN Jakarta Barat terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan pertanahan sekaligus mendukung percepatan legalitas aset masyarakat guna memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah dan bangunan.











