Menantu Diduga Kirim Sate Beracun, Mertua Meregang Nyawa

banner 468x60

Foto Ilustrasi.

BOYOLALI, Radarjakarta.id – Misteri kematian Aminah (57), warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, akhirnya terkuak. Perempuan paruh baya itu ternyata menjadi korban pembunuhan berencana yang diduga dilakukan oleh menantunya sendiri berinisial PW (40), melalui sate beracun yang dikirim menggunakan jasa ojek online dengan identitas palsu. Kasus ini langsung menyita perhatian publik karena mengingatkan masyarakat pada tragedi “sate sianida” Bantul yang sempat mengguncang Indonesia beberapa tahun lalu.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Menurut hasil penyelidikan kepolisian, korban menerima kiriman sate ayam yang tampak biasa. Tanpa menaruh curiga, Aminah menyantap makanan tersebut di rumahnya. Tak lama kemudian, korban mengalami muntah hebat dan ditemukan tergeletak di ruang tamu oleh anggota keluarganya. Polisi yang melakukan penyelidikan intensif kemudian menemukan fakta mengejutkan bahwa sate tersebut telah dicampuri racun tikus sebelum dikirim kepada korban.

Kapolres Boyolali mengungkapkan bahwa pelaku diduga telah merencanakan aksinya dengan matang, mulai dari penggunaan akun palsu hingga pengiriman melalui ojek online untuk menghilangkan jejak. Modus ini dinilai sangat terencana dan membuat kasus tersebut masuk kategori pembunuhan berencana. Atas perbuatannya, pelaku terancam hukuman maksimal, termasuk pidana mati atau penjara seumur hidup sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kasus ini sontak mengingatkan publik pada tragedi sate beracun di Bantul tahun 2021. Saat itu, Nani Apriliani mengirim sate yang telah dicampur sianida kepada target utamanya, seorang anggota polisi. Namun kiriman tersebut ditolak penerima dan justru dibawa pulang oleh pengemudi ojek online. Akibatnya, seorang bocah bernama Naba Faiz meninggal dunia setelah menyantap sate tersebut. Kasus itu menjadi salah satu peristiwa kriminal paling menyita perhatian nasional.

Sejumlah media nasional seperti Detik, Kompas.com, Kumparan, Harian Jogja, Tribun Network, Kompas TV, hingga Okezone turut menyoroti perkembangan kasus sate beracun yang melibatkan hubungan keluarga ini. Publik menilai kasus tersebut tidak hanya mengungkap sisi gelap konflik keluarga, tetapi juga menunjukkan bagaimana makanan dapat dijadikan alat kejahatan yang sulit dicurigai.

Kini, penyidik masih mendalami motif pasti di balik aksi nekat tersebut. Namun satu hal yang pasti, kematian Aminah telah meninggalkan luka mendalam bagi keluarga sekaligus menjadi pengingat bahwa ancaman terkadang datang dari orang-orang yang paling dekat dengan korban.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.