JAKARTA, Radarjakarta.id – Perombakan besar di tubuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus bergulir. Senin (8/6/2026), jajaran pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) mulai berdatangan ke Istana Negara untuk mengikuti pelantikan resmi sebagai pejabat negara setingkat menteri. Di saat yang sama, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal juga hadir untuk dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan.
Kehadiran para pejabat baru ini menjadi sorotan publik karena terjadi setelah Kejaksaan Agung menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pergantian pucuk pimpinan BGN dinilai sebagai langkah cepat pemerintah untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap program unggulan nasional tersebut.
Kepala BGN yang baru, Nanik Sudaryati Deyang, tiba di Istana Negara sekitar pukul 14.50 WIB mengenakan kebaya berwarna biru muda. Tak lama berselang, dua Wakil Kepala BGN, Trenggono dan Agustina Arumsari, juga memasuki kompleks Istana. Sekitar 30 menit kemudian, Said Iqbal hadir dengan mengenakan pakaian sipil lengkap dipadukan dasi biru muda.
Sebelum pelantikan berlangsung, Agustina Arumsari mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima undangan resmi sejak sehari sebelumnya. Menurutnya, pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Presiden yang telah diumumkan Menteri Sekretaris Negara pada 3 Juni 2026. “Undangannya dari kemarin,” kata Agustina kepada awak media di Kompleks Istana.
Penunjukan Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan juga menarik perhatian. Sejumlah media nasional seperti Kompas.com, CNN Indonesia, Detikcom, Tempo, Antara, Tribunnews, dan CNBC Indonesia sebelumnya menyoroti kedekatan komunikasi antara pemerintah dan kelompok buruh dalam berbagai pembahasan kebijakan ketenagakerjaan. Masuknya tokoh buruh ke lingkaran Istana dinilai dapat memperkuat jembatan komunikasi antara pemerintah, pekerja, dan dunia usaha.
Pengamat politik dan kebijakan publik menilai pelantikan ini bukan sekadar pergantian pejabat biasa. Pemerintah menghadapi tantangan besar untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan efektif setelah kasus hukum yang menjerat pimpinan lama BGN. Di sisi lain, kehadiran Said Iqbal di jajaran penasihat Presiden dipandang sebagai sinyal kuat bahwa isu kesejahteraan pekerja akan mendapat perhatian lebih besar dalam periode pemerintahan Prabowo.
Dengan pelantikan pimpinan baru BGN dan masuknya tokoh buruh ke lingkungan Istana, publik kini menunggu langkah konkret pemerintah dalam memperbaiki tata kelola program strategis nasional sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap agenda pembangunan yang tengah dijalankan.***











