JAKARTA, Radarjakarta.id — Presiden Prabowo Subianto dikabarkan tengah mempertimbangkan sejumlah opsi penataan ulang kabinet, termasuk pada sektor ekonomi, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi perekonomian nasional. Salah satu nama yang mencuat dalam berbagai spekulasi politik adalah ekonom senior Muhammad Chatib Basri yang disebut-sebut masuk dalam pertimbangan untuk mengisi posisi Menteri Keuangan.
Kabar tersebut berkembang setelah sejumlah media nasional mengutip sumber di lingkungan pemerintahan yang menyebut adanya pembahasan terkait evaluasi kinerja kabinet dan penguatan koordinasi kebijakan fiskal. Dalam sejumlah laporan, Prabowo disebut berpeluang melakukan perombakan kabinet pada Senin (8/6/2026), meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah.
Nama Chatib Basri menjadi perhatian publik mengingat rekam jejaknya sebagai Menteri Keuangan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selain memiliki pengalaman di pemerintahan, Chatib juga dikenal luas di kalangan ekonomi internasional dan kerap memberikan pandangan terkait kebijakan fiskal serta stabilitas ekonomi nasional.
Spekulasi mengenai kemungkinan masuknya Chatib ke dalam kabinet menguat setelah beredar informasi mengenai sejumlah pertemuan tokoh ekonomi dalam beberapa waktu terakhir. Namun, belum terdapat bukti maupun pernyataan resmi yang mengaitkan aktivitas tersebut dengan rencana perombakan kabinet.
Di sisi lain, Istana Kepresidenan menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai reshuffle kabinet. Pemerintah menyatakan seluruh jajaran kabinet tetap bekerja menjalankan agenda prioritas nasional sebagaimana yang telah ditetapkan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga menepis berbagai spekulasi yang berkembang. Ia menegaskan bahwa pemerintah belum memiliki rencana pergantian menteri dalam waktu dekat.
“Belum ada rencana pergantian menteri,” kata Prasetyo Hadi sebagaimana dikutip sejumlah media nasional.
Sementara itu, Purbaya Yudhi Sadewa masih menjabat sebagai Menteri Keuangan dan tetap menjalankan tugasnya dalam Kabinet Merah Putih. Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Purbaya terkait isu pergantian jabatan yang beredar di ruang publik.
Sejumlah pengamat menilai isu reshuffle merupakan hal yang lazim muncul dalam dinamika politik pemerintahan, terutama ketika pemerintah menghadapi tantangan ekonomi dan kebutuhan penguatan koordinasi kebijakan. Meski demikian, mereka mengingatkan agar publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum terdapat keputusan resmi dari Presiden.
Dengan belum adanya pengumuman dari Istana, kabar mengenai kemungkinan masuknya Chatib Basri ke kabinet maupun pergantian Menteri Keuangan masih berada pada ranah spekulasi politik yang menunggu kepastian dari pemerintah.***











