JAKARTA, Radarjakarta.id – Asosiasi American Football Indonesia (AAFI) melakukan pertemuan dengan Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin di Kantor DPD RI, Jakarta, guna memperluas pengembangan olahraga flag football di berbagai daerah di Indonesia.
Pertemuan tersebut turut dihadiri atlet nasional flag football, Galih Gibran, serta Kepala Bidang Pembentukan Tim Nasional AAFI, Afie Panigoro. Dalam kesempatan itu, AAFI memaparkan perkembangan komunitas flag football di sejumlah wilayah sekaligus meminta arahan terkait penguatan pembinaan daerah dan pembentukan cabang organisasi tingkat provinsi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari visi jangka panjang AAFI untuk membangun ekosistem flag football nasional yang lebih terstruktur dan inklusif. Selain itu, upaya tersebut juga diarahkan untuk memperluas pembinaan atlet menuju pengakuan organisasi olahraga secara nasional dan dukungan dari KONI Pusat di masa mendatang.
Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin mengapresiasi perkembangan flag football yang dinilai memiliki potensi besar di Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.
“Flag football merupakan olahraga yang menarik, inklusif, dan memiliki potensi besar untuk berkembang di Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda. Tentu ini menjadi hal positif yang perlu mendapatkan dukungan, pembinaan, dan kolaborasi dari berbagai pihak agar dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujar Sultan dalam siaran pers yang dikutip Senin (25/5/2026).
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah dan komunitas dalam membangun olahraga baru agar mampu berkembang secara berkelanjutan serta menciptakan peluang prestasi di tingkat internasional.
Sementara itu, Afie Panigoro mengatakan AAFI terus mendorong pengembangan komunitas dan pembentukan cabang di berbagai daerah sebagai fondasi penguatan olahraga flag football di Indonesia.
“Kami melihat pertumbuhan komunitas flag football di berbagai daerah berkembang cukup positif. Karena itu, kami berharap dapat terus mendapatkan arahan dan dukungan dari berbagai pihak untuk memperkuat pembinaan, memperluas partisipasi anak muda, serta membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan,” kata Afie.
Ia menambahkan, target pengembangan flag football Indonesia tidak hanya menuju 2028 Summer Olympics, tetapi juga agar olahraga ini dapat dipertandingkan di ajang nasional dan regional seperti PON, SEA Games, hingga Asian Games di masa mendatang.
Galih Gibran turut menyampaikan optimismenya terhadap perkembangan flag football di Indonesia. Berdasarkan pengalamannya melihat perkembangan kultur football di Amerika Serikat, ia menilai antusiasme komunitas di berbagai daerah di Indonesia sangat menjanjikan.
“Saya melihat semangat dan antusiasme komunitas flag football di berbagai daerah di Indonesia luar biasa. Dari pengalaman saya melihat perkembangan olahraga ini di Amerika Serikat, potensi pertumbuhan di Indonesia sangat besar, terutama karena banyak anak muda yang tertarik untuk belajar dan berkembang bersama,” ujarnya.
Saat ini, Tim Nasional Flag Football Indonesia juga menunjukkan perkembangan positif di tingkat internasional. Tim nasional putra Indonesia menempati peringkat keempat kawasan Asia-Oceania, sedangkan tim nasional putri berada di posisi kelima Asia-Oceania.
Pada ajang Hero Bowl di Wuhan, Tiongkok, Indonesia juga berhasil meraih juara pertama pada kategori co-ed competition, yakni format pertandingan dengan komposisi pemain campuran pria dan wanita.
Sebagai cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Olimpiade Los Angeles 2028, flag football saat ini tengah mengalami pertumbuhan pesat secara global, termasuk di kawasan Asia. AAFI berharap perkembangan olahraga ini dapat membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda Indonesia untuk berkembang dan berprestasi di tingkat internasional.











