JAKARTA, Radarjakarta.id – Jagat media sosial mendadak gempar setelah Nathalie Holscher membongkar insiden berdarah yang dialami pengawal pribadinya. Mantan istri Sule itu meluapkan kemarahan lewat serangkaian unggahan Instagram Story yang memperlihatkan kondisi sang bodyguard dengan luka serius di bagian wajah.
Peristiwa yang disebut-sebut melibatkan oknum anggota kepolisian itu langsung memicu sorotan publik dan menjadi perbincangan panas di berbagai platform media sosial.
Dalam unggahan akun Instagram pribadinya, Nathalie memperlihatkan kondisi bodyguard bernama Owen yang mengalami luka di area bawah alis kiri hingga kening. Luka tersebut tampak mengeluarkan darah dan disebut masih terus mengucur saat kejadian berlangsung.
“Ini bodyguard-ku, tahu enggak itu titik merah habis diapain?” tulis Nathalie dengan nada emosional.
Tak hanya mengunggah foto korban, DJ berusia 33 tahun itu juga membeberkan kronologi singkat yang diduga menjadi awal insiden. Menurut Nathalie, keributan bermula saat sang pengawal sedang merekam video. Namun situasi mendadak memanas setelah ponsel milik bodyguard disebut dirampas secara paksa.
Nathalie menilai tindakan tersebut sangat berlebihan. Ia menegaskan persoalan video seharusnya bisa diselesaikan secara baik tanpa aksi kekerasan maupun perusakan barang.
“Kalau memang enggak mau direkam, tinggal bilang baik-baik untuk hapus videonya. Bukan malah dihancurin, diambil, lalu dibawa,” ungkap Nathalie geram.
Tak berhenti sampai di situ, Nathalie juga menuntut agar ponsel milik Owen segera dikembalikan. Ia menyebut perangkat tersebut merupakan hadiah darinya untuk sang pengawal pribadi.
Emosi Nathalie makin memuncak ketika ia secara terbuka menandai akun resmi Divisi Humas Polri. Dalam unggahannya, ia menyindir keras dugaan tindakan represif yang dilakukan oknum aparat terhadap masyarakat sipil.
“Mengayomi, bukan malah menembak. Gimana nih @divisihumaspolri,” tulisnya tajam.
Dalam unggahan lain, Nathalie bahkan secara terang-terangan meminta pertanggungjawaban dari sosok yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Nama seorang perwira polisi berpangkat Komisaris Polisi ikut terseret setelah Nathalie menyematkan akun media sosial yang diduga milik oknum tersebut.
Kondisi Owen sendiri disebut cukup memprihatinkan. Nathalie mengaku merasa bersalah lantaran tidak mampu menjaga orang yang selama ini bekerja dengannya. Ia menyebut sang bodyguard sebagai sosok baik yang disayangi banyak orang.
“Darahnya sampai sekarang masih ngucur. Maafin saya ya Owen,” tulis Nathalie penuh emosi.
Hingga kini belum ada keterangan resmi terkait detail lokasi kejadian maupun status laporan hukum atas dugaan penganiayaan tersebut. Pihak kepolisian juga belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan yang menyeret nama anggotanya.
Kasus ini pun terus menjadi sorotan publik dan memicu gelombang pertanyaan besar di media sosial mengenai profesionalisme aparat serta penanganan dugaan kekerasan yang melibatkan oknum penegak hukum.***











