Perayaan Hari Tari Sedunia Berlanjut, Galeri Indonesia Kaya Tampilkan Tari Obah Gerabah

Pertunjukan Tari Obah Gerabah karya Sanggar Seni Lemah Urip. (Dok. Galeri Indonesia Kaya)
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Bakti Budaya Djarum Foundation melalui Galeri Indonesia Kaya melanjutkan perayaan Hari Tari Sedunia sepanjang Mei 2026 dengan menghadirkan berbagai pertunjukan tari dari komunitas seni Indonesia.

Salah satunya adalah pertunjukan Tari Obah Gerabah karya Sanggar Seni Lemah Urip yang mengangkat kehidupan para pengrajin gerabah melalui perpaduan tari, musik, dan budaya lokal.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Program Director Galeri Indonesia Kaya, Renitasari Adrian mengatakan perayaan Hari Tari Sedunia tidak hanya berlangsung dalam satu momentum.

“Perayaan Hari Tari Sedunia tidak berhenti pada satu momentum saja. Melalui rangkaian pertunjukan sepanjang Mei di Galeri Indonesia Kaya, kami ingin menghadirkan ruang apresiasi bagi ragam tari dan komunitas seni yang terus menjaga tradisi di tengah masyarakat,” ujar Renitasari Adrian.

Ia menambahkan, kehadiran Tari Obah Gerabah menjadi bentuk apresiasi terhadap pelaku budaya yang menjaga tradisi melalui karya seni yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pertunjukan ini menggambarkan kehidupan masyarakat pengrajin gerabah di kawasan Borobudur yang hidup berdampingan dengan alam serta menjunjung semangat gotong royong.

Gerabah dalam pertunjukan tidak hanya menjadi properti artistik, tetapi juga simbol kerja kolektif dan sumber penghidupan masyarakat.

Tari Obah Gerabah dibawakan oleh 13 penampil yang terdiri dari penari anak, dewasa, dan pemusik. Penonton juga diajak memainkan alat musik berbahan gerabah untuk merasakan ritme dan energi pertunjukan secara langsung.

Koreografer pertunjukan, Derra Kartika menjelaskan karya berdurasi sekitar 60 menit itu ingin memperlihatkan pentingnya menjaga tradisi gerabah agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

“Melalui Tari Obah Gerabah, kami ingin menunjukkan bahwa gerabah bukan sekadar benda kerajinan, tetapi bagian dari kehidupan masyarakat yang menjadi sumber penghidupan keluarga secara turun-temurun,” kata Derra.

Ia berharap pertunjukan tersebut membuat masyarakat lebih mengenal perjuangan para pengrajin sekaligus memahami pentingnya melestarikan tradisi.

Sementara itu, pendiri Sanggar Seni Lemah Urip, Muhammad Jafar atau Jepe mengatakan, sanggarnya berupaya menghadirkan ruang belajar seni yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Gerabah, tari, dan gamelan bukan hanya kesenian bagi kami, tetapi bagian dari identitas dan keseharian warga yang perlu terus dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Jepe.

Sanggar Seni Lemah Urip yang berbasis di Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, fokus pada pendidikan nonformal bagi masyarakat melalui Sekolah Gerabah, Kelas Tari Gerabah, dan Kelas Musik Gamelan yang dijalankan secara gratis.

Tari Obah Gerabah menjadi bagian dari rangkaian pertunjukan Hari Tari Sedunia di Galeri Indonesia Kaya sepanjang Mei 2026. Sebelumnya, Galeri Indonesia Kaya telah menghadirkan pertunjukan Penari Petani, Lintas Generasi Tari Topeng Losari, dan Galodo. Rangkaian acara akan ditutup dengan pertunjukan Tamasya di Medan Terliar oleh DRKR Kolektif pada 30 Mei 2026.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.