JAKARTA, Radarjakarta.id – PLN UIP2B Jamali melalui PLN UP2B DKI Jakarta dan Banten memperkuat sinergi dengan Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya). Langkah ini bertujuan meningkatkan pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) sektor kelistrikan. Penguatan kolaborasi tersebut berlangsung di Cawang, Jakarta.
Sinergi ini diinisiasi oleh PLN UP2B DKI Jakarta dan Banten. Fokus utama kerja sama adalah menjamin keandalan pasokan listrik bagi masyarakat luas. Keduanya berkomitmen memitigasi berbagai potensi gangguan keamanan pada instalasi vital.
Manager PLN UP2B DKI Jakarta dan Banten, Akhmad Duli, memimpin langsung forum komunikasi lintas instansi tersebut. Agenda ini dihadiri oleh jajaran Subdit Audit Ditpamobvit Polda Metro Jaya. Tokoh masyarakat dan ketua lingkungan setempat juga turut dilibatkan secara aktif.
General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan menegaskan bahwa pengamanan sistem kelistrikan membutuhkan dukungan dari aparat keamanan. Kolaborasi kuat menjadi fondasi utama menjaga stabilitas energi nasional. Status obvitnas pada aset PLN memiliki peran yang strategis. Gangguan pada infrastruktur ini dapat berdampak luas pada aktivitas sosial dan ekonomi.
“Keandalan sistem kelistrikan sangat erat kaitannya dengan keamanan Objek Vital Nasional,” tegas Munawwar. Ia menambahkan bahwa sinergi ini memastikan pasokan listrik tetap aman bagi masyarakat. Fondasi keamanan yang kokoh akan mendukung pelayanan publik yang optimal.
Akhmad Duli menambahkan bahwa listrik adalah penggerak utama seluruh aktivitas di ibu kota. Keandalannya harus menjadi prioritas utama demi kelancaran bisnis dan ekonomi. PLN berkomitmen menerapkan pengamanan berlapis pada setiap instalasi dan aset.
Pihaknya berupaya menciptakan sistem pengamanan yang terpadu, responsif, dan juga adaptif. Kolaborasi dengan kepolisian mempermudah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan fisik maupun teknis. Hal ini penting untuk menjaga operasional kelistrikan di wilayah DKI Jakarta dan Banten.
Kasubdit Audit Ditpamobvit Polda Metro Jaya, Kompol Francis Sihombing, turut hadir dalam pertemuan tersebut. Kepolisian berkomitmen memberikan pendampingan pengamanan sesuai standar prosedur operasional yang berlaku. Audit keamanan dilakukan secara berkala untuk memastikan kesiapan personel di lapangan.
Pelibatan tokoh masyarakat dalam forum ini bertujuan menciptakan rasa memiliki bersama. Masyarakat sekitar instalasi PLN diajak berperan aktif dalam melaporkan hal mencurigakan. Keamanan lingkungan sekitar menjadi faktor pendukung utama keberhasilan pengamanan objek vital.
Sinergi ini juga mencakup aspek kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap keadaan darurat. Tim teknis PLN dan personel kepolisian akan terus berkoordinasi secara intensif. Langkah preventif lebih diutamakan guna menghindari pemadaman listrik akibat faktor gangguan eksternal.
Wilayah DKI Jakarta dan Banten merupakan pusat pertumbuhan ekonomi dan pemerintahan Indonesia. Ketersediaan listrik tanpa kedip menjadi syarat mutlak bagi operasional berbagai instansi penting. PLN UP2B DKI Jakarta dan Banten memegang tanggung jawab besar dalam mengatur beban tersebut.
Upaya ini sejalan dengan visi PLN untuk menjadi perusahaan energi kelas dunia. Pengamanan aset merupakan bagian dari manajemen risiko yang diterapkan secara ketat dan konsisten. Komitmen ini akan terus dijaga demi masa depan energi Indonesia yang cerah.











