JAKARTA, Radarjakarta.id – Pemerintah mengungkap capaian besar sekaligus alarm serius di sektor kesehatan nasional. Melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sebanyak 100 juta penduduk Indonesia telah terlayani sejak diluncurkan pada 2025 hingga awal Mei 2026. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, menyebut angka ini sebagai langkah masif yang menjangkau lebih dari 10 ribu puskesmas di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Dari total tersebut, lebih dari 70 juta peserta tercatat sepanjang 2025, sementara tambahan lebih dari 30 juta jiwa terjadi hanya dalam beberapa bulan di 2026. Meski terbilang progresif, pemerintah mengingatkan capaian ini baru menjangkau sekitar sepertiga dari total populasi Indonesia yang mendekati 290 juta jiwa. Artinya, pekerjaan besar masih menanti untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan.
Namun di balik angka fantastis itu, muncul temuan yang mengejutkan. Pemerintah menemukan fenomena baru di kalangan anak-anak usia sekolah. Dari 4,8 juta siswa yang telah menjalani skrining kesehatan di 48 ribu sekolah, sekitar 22,1 persen atau 663 ribu anak terdeteksi mengalami tekanan darah tinggi. Kondisi ini menjadi sorotan serius karena sebelumnya hipertensi lebih identik dengan kelompok usia dewasa.
Pemerintah menilai program CKG menjadi kunci penting untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini, terutama pada anak-anak. Dengan deteksi lebih awal, penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum kondisi berkembang menjadi penyakit kronis. Fenomena meningkatnya kasus tekanan darah tinggi pada anak ini pun dinilai sebagai peringatan dini terhadap perubahan gaya hidup dan pola makan generasi muda.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat langkah penanganan penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC). Hingga awal Mei 2026, ditemukan lebih dari 241 ribu kasus aktif, dengan 84 persen di antaranya telah masuk tahap pengobatan. Pemerintah menargetkan peningkatan deteksi melalui pengadaan alat *Near Point of Care Testing* dan pemeriksaan X-ray di puskesmas mulai semester II tahun ini.
Upaya lanjutan juga dilakukan melalui pelacakan kontak di sejumlah daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah yang akan diperluas secara nasional. Tak hanya itu, pemerintah berencana merenovasi 8.000 rumah pasien TBC sepanjang 2026 lonjakan signifikan dibandingkan program sebelumnya. Meski capaian 100 juta peserta menjadi tonggak penting, pemerintah menegaskan perjuangan belum selesai, dengan target menjangkau seluruh rakyat Indonesia secara merata.***











