PEKANBARU, Radarjakarta.id – Suasana sebuah warung kopi di Pekanbaru menjadi lokasi dialog terbuka yang tidak biasa saat Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan menggelar pertemuan santai bersama berbagai pihak, termasuk pengamat politik Rocky Gerung, jajaran kepolisian, serta warga dari Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, Minggu (26/4/2026).
Kegiatan yang awalnya dikemas sebagai agenda “ngopi bersama” tersebut berkembang menjadi forum diskusi serius. Dalam suasana yang lebih informal, warga khususnya ibu-ibu dari Panipahan menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi, terutama terkait dampak peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan mereka.
Para ibu tersebut mengungkapkan keresahan mengenai perubahan sosial di wilayah tempat tinggal mereka, termasuk kekhawatiran terhadap generasi muda serta dugaan adanya tekanan sosial dari pihak-pihak tertentu. Mereka menekankan pentingnya perhatian lebih dari aparat dan pemerintah daerah terhadap kondisi tersebut.
“Kami melihat langsung, begitu ngerinya para bandar menjual narkoba dikampung kami (Panipahan), 24 jam,”kata Santi Sinaga.
Dalam kesempatan itu, Rocky Gerung memberikan pandangan bahwa fenomena yang disampaikan warga mencerminkan persoalan sosial yang lebih luas. Ia menilai situasi tersebut sebagai sinyal penting bagi semua pihak untuk lebih serius memperhatikan akar masalah di tingkat masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Kapolda Riau langsung melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah setempat untuk menindaklanjuti laporan warga. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat dalam menangani persoalan narkotika secara berkelanjutan.
Pertemuan ini menjadi gambaran bahwa dialog publik yang terbuka dapat menjadi ruang awal bagi penyampaian aspirasi masyarakat, sekaligus mendorong langkah penanganan yang lebih cepat dan terukur di lapangan.|Santi Sinaga*











