WASPADA! Kemarau Panjang, Jakarta Terancam Diselimuti Polusi Udara

banner 468x60

JAKARTA, RadarJakarta.id – Musim kemarau 2026 diperkirakan berlangsung lebih kering dan lebih panjang dari kondisi normal. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa kondisi tersebut berpotensi memperburuk kualitas udara di Jakarta akibat minimnya hujan yang berfungsi membersihkan polutan di atmosfer.

Peringatan ini menjadi sorotan, dalam beberapa hari terakhir menyoroti dampak kemarau terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan perkotaan. Berbagai laporan menekankan bahwa akumulasi polutan berisiko meningkat ketika curah hujan menurun dan kelembapan udara berkurang.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa selama Juli hingga Agustus, udara di wilayah Jakarta dan sekitarnya cenderung lebih kering sehingga polutan dari kendaraan, industri, dan aktivitas perkotaan lebih mudah terperangkap di lapisan atmosfer bawah. Kondisi tersebut berpotensi memicu peningkatan konsentrasi partikel halus PM2.5 yang berbahaya bagi kesehatan pernapasan.

BMKG juga memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada periode Juli hingga September 2026. Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan di bawah normal dan musim kemarau yang lebih panjang dibandingkan rata-rata tahunan. Fenomena ini menuntut pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kekeringan, kebakaran lahan, serta penurunan kualitas udara.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama BMKG tengah menyiapkan sistem peringatan dini kualitas udara (Early Warning System/EWS) yang memungkinkan masyarakat memantau prakiraan kualitas udara hingga tiga hari ke depan. Sistem tersebut diharapkan membantu warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan, untuk mengambil langkah antisipasi lebih awal saat polusi meningkat.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta

Pengamat lingkungan menilai kombinasi kemarau panjang, tingginya emisi kendaraan bermotor, serta aktivitas industri dapat menjadikan kualitas udara Jakarta kembali berada pada kategori tidak sehat apabila tidak diimbangi pengendalian emisi yang ketat. Karena itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas luar ruang saat kualitas udara memburuk, menggunakan masker saat diperlukan, serta memantau informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah secara berkala.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.