JAKARTA BARAT, Radarjakarta.id – Tempat Promosi Hasil Perikanan Cengkareng atau TPHP Cengkareng menjadi saksi lahirnya sebuah langkah strategis bagi pelaku usaha ikan hias.
Melalui musyawarah yang digelar pada Selasa (21/4/2026) di aula lantai 2, TPHP Cengkareng jalan Cenderawasih Raya Cengkareng Barat Jakarta Barat, para pedagang sepakat membentuk wadah bersama guna memperkuat solidaritas sekaligus meningkatkan daya saing industri ikan hias nasional.
Pertemuan yang dihadiri perwakilan pedagang tersebut menghasilkan kesepakatan pembentukan Asosiasi Pedagang Ikan Hias Cengkareng (APIC) untuk periode 2026–2028.
Pembentukan asosiasi ini dinilai sebagai respons atas kebutuhan koordinasi yang lebih terstruktur di tengah dinamika pasar ikan hias yang terus berkembang, baik di tingkat lokal maupun global.
Dalam struktur kepengurusan yang telah disepakati, Sumanto didapuk sebagai Penasehat. Sementara itu, posisi Ketua dipercayakan kepada DR. Bryan Ghautama, S.E., S.H., M.H., CIL., dengan Zaenal Arifin, S.M sebagai sekretaris dan H. Sutarjo sebagai bendahara.
Ketua APIC terpilih, DR. Bryan Ghautama, menegaskan bahwa pembentukan asosiasi ini bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan tonggak baru kebangkitan pelaku usaha ikan hias di kawasan Cengkareng.
“Kami ingin APIC menjadi rumah besar bagi para pedagang, tempat bertumbuh bersama, saling menguatkan, dan menciptakan standar baru dalam kualitas serta profesionalisme. Ikan hias bukan hanya komoditas, tetapi juga identitas ekonomi kreatif yang harus kita angkat ke level nasional bahkan internasional,” ujarnya dengan optimisme.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah dan komunitas pecinta ikan hias, guna membuka peluang ekspor dan meningkatkan nilai tambah produk.
Menurutnya, APIC akan fokus pada penguatan branding, edukasi pelaku usaha, serta digitalisasi pemasaran agar mampu bersaing di era modern.
Sementara itu, harapan besar datang dari para anggota yang menyambut pembentukan APIC dengan antusias.
Mereka berharap asosiasi ini mampu menjadi jembatan aspirasi sekaligus solusi atas berbagai tantangan yang selama ini dihadapi, mulai dari stabilitas harga, akses permodalan, hingga perluasan pasar.
“Kami ingin ada perubahan nyata. Dengan adanya APIC, semoga kami bisa lebih solid, punya posisi tawar yang kuat, dan usaha kami bisa naik kelas,” ungkap Sekretaris APIC Zaenal Arifin, S.M.
Pembentukan APIC diharapkan mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas usaha, membuka akses pasar yang lebih luas, serta mendorong kolaborasi lintas sektor. Selain itu, keberadaan asosiasi ini juga diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi antara pelaku usaha dengan pemerintah maupun lembaga terkait.
Hasil musyawarah ini bersifat dinamis dan terbuka terhadap penyempurnaan di masa mendatang. Para pengurus menegaskan bahwa setiap perkembangan atau perubahan akan disampaikan secara resmi kepada seluruh anggota, sebagai bagian dari komitmen transparansi dan profesionalisme organisasi.***











