Haidar Alwi: Reformasi STNK dan Wajah Baru Pelayanan Polri untuk Rakyat

Haidar Alwi
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Di tengah kebutuhan masyarakat akan pelayanan publik yang cepat, sederhana, dan pasti, kebijakan terbaru mengenai kemudahan layanan administrasi kendaraan bermotor patut dipandang sebagai langkah penting dalam reformasi pelayanan di Indonesia.

Pada 15 April 2026, jajaran Korlantas Polri menyampaikan kemudahan bagi masyarakat yang menguasai kendaraan secara sah untuk mengurus pembayaran pajak tahunan atau pengesahan STNK pada layanan tertentu dengan dokumen alternatif sesuai ketentuan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Sehari kemudian, pada 16 April 2026, kebijakan tersebut dipublikasikan melalui kanal resmi Tribratanews Polri dan segera menjadi perhatian luas karena menjawab persoalan yang selama bertahun-tahun dihadapi pemilik kendaraan bekas di berbagai daerah.

Persoalan itu nyata. Banyak kendaraan telah berpindah tangan dua, tiga, bahkan beberapa kali, sementara dokumen masih tercatat atas nama pemilik lama. Ketika pemilik pertama sudah pindah alamat, sulit dihubungi, atau tidak lagi memiliki hubungan dengan pengguna kendaraan saat ini, masyarakat yang ingin taat membayar pajak justru menghadapi hambatan administratif yang tidak sederhana.

Dampaknya bukan hanya menyulitkan warga, tetapi juga berpotensi menambah tunggakan pajak, memperlambat tertib data, dan mengurangi efektivitas pelayanan publik.

Dalam kerangka hukum nasional, administrasi kendaraan bermotor diatur melalui Perpol No. 7 Tahun 2021 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor, sedangkan tarif layanan tertentu mengacu pada PP No. 76 Tahun 2020 tentang Jenis dan Tarif PNBP Polri.

Karena itu, langkah terbaru ini perlu dipahami bukan sebagai penghapusan aturan, melainkan penyesuaian pelayanan agar masyarakat yang ingin patuh tidak dipersulit oleh hambatan yang sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman.

Menurut Ir. R. Haidar Alwi, MT – Presiden Haidar Alwi Care Dan Haidar Alwi Institute, serta Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB, kebijakan ini menunjukkan bahwa institusi kepolisian terus bergerak menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat modern.

“Polri yang dicintai rakyat bukan hanya hadir saat terjadi gangguan keamanan, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan jalan keluar dalam urusan hidup sehari-hari. Saat warga ingin taat aturan lalu negara membuka pintu pelayanan yang rasional, di situlah kepercayaan tumbuh. Polisi tidak sekadar menjaga ketertiban, tetapi menghadirkan rasa keadilan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Haidar Alwi.

Dari sinilah kemudahan layanan tersebut layak dibaca sebagai bagian dari transformasi pelayanan kepolisian yang lebih besar.

Polri Presisi dan Reformasi Pelayanan yang Menyentuh Kehidupan Rakyat

Dalam negara modern, tugas kepolisian tidak hanya menjaga keamanan dan menegakkan hukum. Kepolisian juga memegang peran penting sebagai pelayan publik yang setiap hari bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Karena itu, kualitas institusi tidak hanya diukur dari ketegasan penindakan, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan layanan yang cepat, tertib, jelas, dan dapat dipercaya.

Di era Jenderal Listyo Sigit Prabowo, arah transformasi tersebut semakin terasa. Pembenahan dilakukan melalui digitalisasi layanan, peningkatan respons terhadap aduan masyarakat, penguatan pengawasan internal, serta penyederhanaan proses administrasi kendaraan bermotor.

Bagi masyarakat luas, kantor Samsat, pelayanan lalu lintas, dan petugas di lapangan merupakan wajah negara yang paling sering ditemui. Karena itu, setiap kemajuan di sektor ini langsung berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan publik.

Peran para polisi lalu lintas, operator pelayanan, dan seluruh jajaran teknis di garis depan layak diapresiasi. Mereka bukan sekadar menjalankan prosedur, tetapi menjadi penghubung nyata antara negara dan masyarakat. Ketika warga datang membawa persoalan lalu pulang membawa penyelesaian, maka citra institusi tumbuh dari pengalaman nyata, bukan sekadar slogan.

“Di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, arah pembenahan Polri semakin terasa melalui pelayanan yang lebih cepat, prosedur yang lebih jelas, dan sistem yang semakin adaptif. Reformasi terbaik bukan yang ramai dibicarakan, melainkan yang diam-diam meringankan beban rakyat. Ketika urusan warga selesai dengan tertib dan bermartabat, wibawa institusi berdiri dengan sendirinya,” ujar Haidar Alwi.

Dengan demikian, reformasi tidak selalu hadir dalam bentuk kebijakan besar yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Sering kali reformasi justru paling nyata terasa ketika urusan masyarakat menjadi lebih mudah diselesaikan. Dari titik itulah muncul pertanyaan yang wajar: jika langkah ini begitu bermanfaat, mengapa baru sekarang dilakukan?

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.