JAKARTA, Radarjakarta.id – Delegasi Sukarelawan Pembimbing Kemasyarakatan (Hogoshi) Jepang mengunjungi Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jakarta Barat, Jumat (17/4/2026), untuk melihat praktik pembimbingan serta program reintegrasi sosial bagi klien pemasyarakatan di Indonesia.
Kunjungan ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Jepang dalam mengembangkan pendekatan pembimbingan yang lebih efektif, sekaligus menegaskan pentingnya proses pemulihan sosial bagi individu yang pernah berhadapan dengan hukum.
Di Bapas Jakarta Barat, para delegasi meninjau langsung berbagai kegiatan pembimbingan, mulai dari bimbingan kepribadian hingga pelatihan kemandirian. Program tersebut dirancang untuk membekali klien dengan keterampilan hidup agar mampu kembali berdaya di tengah masyarakat.
Kepala Bapas Jakarta Barat, Sri Susilarti, menyebut kunjungan ini sebagai momentum untuk memperlihatkan praktik pembimbingan secara nyata.
“Mereka ingin melihat secara langsung metode pembimbingan di Bapas ini. Kami memperlihatkan berbagai kegiatan pembimbingan klien,” ujar Sri.
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah pelatihan hidroponik yang dinilai relevan untuk kawasan perkotaan. Selain itu, terdapat pula program aquaponik berupa budidaya ikan nila dengan metode sederhana menggunakan media bak fiber.
Direktur Eksekutif Federasi Hogoshi Jepang, Shoji Imafuku mengapresiasi pendekatan yang dilakukan. Menurutnya, pembekalan keterampilan tidak hanya berdampak pada aspek teknis, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri klien.
“Ini bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga tentang membangun kembali nilai diri mereka,” kata Shoji.
Sebanyak 28 delegasi Hogoshi Jepang hadir dalam kunjungan tersebut dengan pendampingan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Kunjungan ini diharapkan memperkuat kolaborasi internasional dalam membangun sistem pembimbingan yang lebih humanis dan berkelanjutan.











