MEDAN, Radarjakarta.id — Jagat media sosial diguncang video viral yang memperlihatkan sejumlah pengunjung terkapar di area outdoor sebuah tempat hiburan malam (THM) di Jalan Setia Budi, Medan. Rekaman yang memicu spekulasi liar ini langsung ditindak cepat oleh aparat kepolisian.
Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan bergerak sigap menyelidiki insiden tersebut. Dipimpin Kasat Resnarkoba Kompol Rafli Yusuf Nugraha, tim langsung turun ke lokasi pada hari yang sama saat video itu menyebar luas. Rekaman CCTV pun diamankan sebagai bukti utama untuk mengungkap fakta di balik kejadian yang menghebohkan publik itu.
Hasil penelusuran awal mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut memang terjadi pada 1 April 2026 di area luar Helen’s Night Market. Dalam video terlihat sejumlah anak muda tergeletak, memicu dugaan adanya penyalahgunaan narkoba hingga minuman ilegal.
Namun fakta yang diungkap polisi justru di luar dugaan. Setelah penggeledahan menyeluruh bersama pihak Bea Cukai, tidak ditemukan indikasi penggunaan narkotika maupun peredaran minuman beralkohol ilegal. Seluruh produk minuman yang beredar di lokasi disebut telah mengantongi izin resmi dan cukai yang sah.
Penyidik kini masih terus mendalami kasus ini dengan memeriksa berbagai pihak internal, mulai dari kasir, manajer operasional, hingga petugas keamanan dan pengelola gudang minuman. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada celah pelanggaran yang luput dari pengawasan.
Dari hasil sementara, kondisi para pengunjung yang tergeletak diduga akibat konsumsi alkohol berlebih. Bahkan, pihak manajemen disebut sengaja menyarankan mereka untuk beristirahat di lokasi demi mencegah risiko kejadian yang lebih fatal jika dipaksakan pulang dalam kondisi tidak stabil.
Di sisi lain, lonjakan jumlah pengunjung pada malam itu juga menjadi sorotan. Kapasitas tempat yang hanya sekitar 300 orang diduga membludak, memperparah situasi di lokasi. Meski demikian, polisi memastikan tidak ditemukan pengunjung di bawah umur dalam peristiwa tersebut.
Pihak kepolisian menegaskan, jika nantinya ditemukan pelanggaran, tindakan tegas akan diambil tanpa kompromi. Koordinasi lintas instansi, termasuk dinas pariwisata dan perizinan, juga terus dilakukan untuk memastikan operasional tempat hiburan berjalan sesuai aturan.|Budi Pakecos*











