JAKARTA, Radarjakarta.id – Kementerian Transmigrasi terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperkuat pemberdayaan masyarakat di kawasan transmigrasi. Salah satu upaya tersebut dilakukan dengan menjajaki kerja sama bersama perusahaan manufaktur keramik dan pecah belah (tableware) PT Haeng Nam Sejahtera Indonesia (HSI) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Pembahasan kerja sama tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dengan perwakilan PT HSI di kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta, Jumat (13/3).
Menteri Iftitah mengatakan saat ini kementerian tengah fokus meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigrasi melalui berbagai program pemberdayaan yang mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru di daerah.
“Kita saat ini sedang fokus pada kuantitas, bukan hanya kualitas, agar semakin banyak masyarakat transmigrasi yang merasakan manfaat dari berbagai program pemberdayaan,” ujarnya.
Sementara itu, Manager Design Development PT Haeng Nam Sejahtera Indonesia, Ellen, menyampaikan pihaknya menyambut baik peluang kerja sama tersebut. Menurutnya, perusahaan melihat adanya komitmen kuat dari pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigrasi.
“Kami merasa terhormat bisa bertemu langsung dan berbincang dengan Pak Menteri. Kami melihat adanya komitmen dari Kementerian Transmigrasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigrasi,” jelas Ellen.
Menteri Iftitah juga mengungkapkan harapannya agar ke depan masyarakat transmigran dapat mengembangkan kemampuan produksi secara mandiri, termasuk memproduksi produk keramik atau perlengkapan rumah tangga sebagai bagian dari penguatan ekonomi kawasan.
“Suatu saat saya punya mimpi, transmigran bisa memproduksi sendiri produk seperti ini. Ini bisa menjadi bagian dari pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat di kawasan transmigrasi,” katanya.
Sebelumnya pada 2025, PT HSI telah menyalurkan bantuan produk pecah belah berupa piring dan mug kepada keluarga transmigran di sejumlah kawasan transmigrasi. Bantuan tersebut disalurkan ke Polewali Mandar sebanyak 100 paket, Sidrap 145 paket, Poso 50 paket, serta Rempang sebanyak 5 paket.
Setiap paket bantuan berisi perlengkapan makan berupa delapan piring dan empat mug untuk setiap kepala keluarga transmigran, yang dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat.
Ellen menambahkan, pada 2026 pihaknya juga berencana kembali menyalurkan bantuan kepada masyarakat transmigrasi.
“Terkait permintaan Pak Menteri, pada tahun 2026 kami akan menyiapkan pengiriman sebanyak 1.094 paket setelah Lebaran. Sekitar 300 paket di antaranya akan disiapkan untuk dikirim ke Rempang dalam waktu dekat,” ujarnya.
Selain itu, Kementerian Transmigrasi juga membuka peluang mengajak PT HSI mengunjungi langsung kawasan transmigrasi agar perusahaan dapat melihat perkembangan masyarakat sekaligus memperkuat potensi kerja sama di masa mendatang.
Melalui kolaborasi ini, Kementerian Transmigrasi berharap program pemberdayaan masyarakat di kawasan transmigrasi dapat semakin berkembang serta membuka peluang ekonomi baru bagi para transmigran.











