JAKARTA, Radar jakarta.id – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Front Pemuda Akhlak menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN) pada Jumat, (13/3/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk menyoroti dugaan praktik “ternak yayasan” dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam aksi yang dipimpin Koordinator Lapangan Ramadhani itu, massa menyuarakan tuntutan agar pemerintah membuka secara transparan mekanisme penunjukan serta pengelolaan dapur dalam program MBG yang merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Para demonstran mengungkapkan adanya dugaan bahwa sekitar 100 dapur program MBG berada dalam kendali seorang pengusaha asal Malang berinisial MS melalui jaringan sejumlah yayasan yang terafiliasi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan praktik monopoli serta membatasi ruang partisipasi bagi yayasan maupun pelaku usaha lain yang ingin berkontribusi dalam pelaksanaan program tersebut.
Front Pemuda Akhlak menilai, jika dugaan tersebut benar, maka praktik tersebut bertentangan dengan prinsip tata kelola yang transparan, akuntabel, serta berkeadilan dalam pengelolaan program pemerintah yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Program MBG sendiri digagas sebagai upaya meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak, pelajar, serta kelompok rentan, guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Karena itu, para peserta aksi menegaskan bahwa pengelolaan program tersebut harus terbuka, profesional, serta bebas dari kepentingan kelompok tertentu.
Dalam orasinya, massa aksi menyampaikan sejumlah tuntutan kepada BGN dan pihak terkait, antara lain:
1. Mendesak BGN untuk mengusut dugaan praktik “ternak yayasan” dalam pengelolaan dapur program MBG yang diduga melibatkan oknum pengusaha asal Malang berinisial MS.
2. Meminta dilakukannya audit menyeluruh dan independen terhadap pengelolaan sekitar 100 dapur MBG yang diduga terafiliasi dengan jaringan yayasan milik MS.
3. Menuntut transparansi dalam proses penunjukan, distribusi, serta pengelolaan dapur MBG di seluruh wilayah Indonesia.
4. Mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas pihak-pihak yang terbukti menyalahgunakan program MBG demi kepentingan pribadi maupun kelompok.
Koordinator Lapangan aksi, Ramadhani, menegaskan bahwa gerakan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemuda terhadap integritas program pemerintah yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, program yang dirancang untuk membantu masyarakat tidak boleh disalahgunakan oleh segelintir pihak melalui praktik yang tidak transparan.
“Kami tidak ingin program yang seharusnya memberikan manfaat besar bagi masyarakat justru dimanfaatkan oleh kelompok tertentu. Kami meminta pemerintah dan aparat penegak hukum segera mengusut dugaan ini secara terbuka dan profesional,” tegas
Ramadhani dalam orasinya.
Front Pemuda Akhlak juga menyatakan akan terus mengawal isu ini hingga tuntas. Mereka bahkan berencana menggelar aksi lanjutan pada Senin pekan depan jika belum ada langkah konkret dari pemerintah maupun aparat penegak hukum.
Para peserta aksi berharap pemerintah segera memberikan klarifikasi dan mengambil langkah tegas guna memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai tujuan awalnya, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat secara merata serta menjunjung tinggi prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabilitas dalam pelaksanaannya.











