Haidar Alwi: Iran Menantang Arsitektur Kekuasaan Dinasti Rothschild dalam Geopolitik Abad ke-21

Haidar Alwi
R. Haidar Alwi
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Selama puluhan tahun Iran hidup di bawah embargo ekonomi, sanksi perdagangan, dan berbagai bentuk tekanan geopolitik yang dipimpin oleh Amerika Serikat beserta sejumlah sekutunya.

Kebijakan tersebut tidak hanya membatasi hubungan ekonomi Iran dengan dunia luar, tetapi juga berupaya menekan kemampuan negara itu mengelola sumber daya energinya secara mandiri. Dalam banyak hal, kebijakan tekanan yang dipimpin Washington inilah yang menjadi biang kerok ketegangan geopolitik di kawasan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Padahal jika dibaca secara jernih, Iran justru berada di pusat persimpangan yang jauh lebih besar dalam geopolitik dunia: energi global, jalur perdagangan strategis, serta pertarungan pengaruh dalam sistem ekonomi internasional. Di titik inilah dinamika Iran tidak lagi sekadar persoalan kawasan, melainkan bagian dari pertarungan geopolitik dunia.

Dalam konteks inilah Ir. R. Haidar Alwi, MT – Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute serta Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB, memandang Iran sebagai salah satu negara yang berdiri di garis depan pertarungan geopolitik abad ke-21.

Menurut Haidar Alwi, tekanan yang terus diarahkan kepada Iran tidak dapat dilepaskan dari dua faktor utama: posisi strategis negara tersebut dalam sistem energi dunia serta sikap politiknya yang mempertahankan kemandirian ekonomi di tengah arsitektur kekuasaan finansial internasional yang telah lama berkembang.

“Jika Iran dibaca hanya sebagai konflik regional, kita sedang melewatkan persoalan yang jauh lebih besar. Iran berada di simpul energi dunia sekaligus dalam pusaran pertarungan kekuasaan ekonomi global,” tegas Haidar Alwi.

Pemahaman ini penting karena konflik geopolitik hampir tidak pernah berdiri hanya pada satu sebab. Ia hampir selalu berkaitan dengan sumber daya strategis, jalur perdagangan, serta struktur ekonomi global yang menentukan arah kekuasaan dunia.

Iran, Selat Hormuz, dan Simpul Energi Dunia

Salah satu faktor utama yang membuat Iran selalu menjadi perhatian geopolitik dunia adalah posisinya di sekitar Selat Hormuz. Jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia ini merupakan salah satu koridor energi paling vital di planet ini. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati jalur tersebut setiap hari.

Artinya sederhana: stabilitas kawasan ini menentukan stabilitas energi global. Gangguan kecil saja di Selat Hormuz dapat memicu lonjakan harga minyak dan mengguncang perekonomian internasional. Inilah sebabnya setiap ketegangan yang terjadi di kawasan Teluk hampir selalu langsung mempengaruhi pasar energi dunia.

“Energi adalah urat nadi ekonomi global. Negara yang berada di jalur energi dunia memiliki pengaruh geopolitik yang tidak bisa dianggap kecil,” ujar Haidar Alwi.

Selain posisi geografisnya yang strategis, Iran juga memiliki cadangan minyak dan gas yang sangat besar. Kombinasi antara kekayaan energi dan kontrol geografis terhadap jalur perdagangan energi menjadikan Iran bukan sekadar negara regional, melainkan aktor penting dalam stabilitas energi dunia.

Dalam sejarah geopolitik modern, negara yang menguasai energi hampir selalu menjadi pusat perhatian kekuatan besar dunia. Energi bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal kekuasaan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.